Wow! 48 Juta Akun Twitter Bukan Manusia

Ilustrasi Twitter bot. FOTO: devbattles.com/GOOGLE

SERBA-SERBI - Keberadaan program otomatis atau yang lebih dikenal dengan istilah bot, bukan lah rahasia lagi dalam dunia internet. Bot bisa menyamar sebagai pengguna sungguhan untuk memberikan like, melakukan retweet, dan mengikuti akun pengguna di Twitter.

University of Southern California (USC) dan Indiana University melakukan sebuah studi untuk mengetahui jumlah bot yang ada di Twitter. Hasilnya, mereka menemukan ada sekitar 5 persen pengguna di Twitter bukan manusia, melainkan bot.

Tim peneliti menggunakan framework pendeteksi bot. Framework tersebut bekerja dengan cara mengevaluasi ciri-ciri bot berdasarkan sejumlah kategori, seperti lingkup pertemanan, konten dan sentimen tweet, serta interval tweet.

“Berdasarkan perkiraan kami, populasi bot (di Twitter) berada di kisaran 9 hingga 15 persen,” sebut tim peneliti dalam hasil studi yang dipublikasikan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNBC, Selasa (14/3/2017).

Saat ini, jumlah pengguna aktif bulanan Twitter berada di angka 319 juta. Dengan demikian, ada sekitar 48 juta di antaranya kemungkinan bukan manusia, alias bot.

Namun, pihak Twitter sendiri memperkirakan jumlah bot dipatok di angka 8,5 persen. Angka tersebut jauh lebih kecil dari persentase oleh para peneliti.

Para peneliti bahkan memperkirakan bila jumlah bot bisa lebih besar lagi karena ada kemungkinan bot yang lebih canggih masih lolos dari deteksi.

Hasil riset ini menjadi  kabar buruk bagi Twitter yang tengah berjuang meningkatkan basis penggunannya untuk menyaingi media sosial lain seperti Facebook, Instagram, dan Snapchat.

"Bot tak melulu berarti negatif. Contohnya bot yang memberikan peringatan bencana alam secara otomatis," jelas salah seorang juru bicara Twitter.

Selain itu, para peneliti dari USC juga mengakui bahwa memang ada bot sosial yang bertugas untuk menyebarkan berita dan publikasi.

Namun sisi negatif bot juga tentu sangat berbahaya dan bisa dimanfaatkan untuk meniru perilaku manusia dalam memalsukan dukungan politik, juga mempromosikan propaganda dan rekrutmen terorisme. (RED | TEKNO.KOMPAS.COM)

Baca juga:

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item