Giliran BKD dan Peserta yang Dipanggil Polisi Tersangkut K-II

Ilustrasi. GOOGLE/www.pasundanekspres.com
KOTA BIMA - Perkembangan kasus honorer Kategori II (K-II) yang lulus di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bima yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh pihak unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bima Kota telah memeriksa sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek). 


Hal ini diakui Sumber Metromini saat dikonfirmasi perkembangan pemeriksaan kasus yang bakal menyeret ratusan terperiksa tersebut. 


Sumber mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa para Kepsek. Berikut, kata dia, akan memeriksa peserta yang lulus K-II dan pihak terkait di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bima. 

"Perkembangannya, baru di periksa para Kepala Sekolah. Berikutnya baru periksa peserta yg lulus K-II dan BKD," ujar Sumber, Selasa, 23 Mei 2017 siang tadi.

Ilustrasi. GOOGLE/www.pasundanekspres.com
Diakuinya, dalam kasus K-II ini, diindikasikan ada peserta yang tidak memenuhi syarat. Seperti misalnya, SK yang semestinya diangkat sebelum tahun 2006, diduga kuat direkayasa atau tidak sesuai dengan masa pengabdiannya.

"Indikasinya ada peserta yang tidak memenuhi syarat tapi lulus menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) lewat jalur pengangkatan langsung K-II. Dan juga dugaan ada SK honorer di bawah tahun 2006," sebutnya. 

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, melalui Plt. Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. Muhtar Landa mengaku siap untuk mengikuti proses yang sedang ditangani pihak kepolisian itu.

"Bisa saja masalah ini pas saya jadi Kepala BKS dulu. Dan saat ini data-data semua sudah disiapkan di BKD," ujar Muhtar, yang saat ini sedang di Jakarta.

Diakuinya, dalam proses hukum masalah K-II, pihaknya sudah siap untuk dilakukan pemeriksaan. Untuk jumlah peserta yang lolos K-II lalu, Muhtar mengaku tak mengingat berapa jumlahnya.

"Kita semua sudah siap kalau dipanggil. Untuk jumlah peserta yang lolos K-II kemarin, Saya tidak ingat,  silahkan tanya ke BKD," tulis mantan Sekretaris dan juga Kepala  BKD Kota Bima itu, lewat pesan Whatsapp miliknya. (RED)

Related

Politik dan Hukum 7530718672222959459

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item