Menolong Dua Wanita, Mahasiswa Asal Flores, Tenggelam dan Meninggal di Pantai Setangi, Lombok Utara

Polisi saat mengangkat jenazah korban, Leo Agung Rolan. GOOGLE/www.istimewa.com
LOMBOK UTARA – Gelombang besar di pesisir pantai Setangi Lombok Utara memakan korban. Seorang laki-laki yang belakangan diketahui bernama Leo Rolan (23) asal Flores NTT meninggal dunia. Korban meninggal setelah diduga tak mampu menyelamatkan diri dari gelombang laut di kawasan itu.

Kasatrolda Dit Polair Polda NTB AKBP Dewa Wijaya mengatakan, jenazah korban dievakuasi oleh anggotanya dengan menggunakan unit sea rider milik Polair Polda NTB pukul 16.57 WITA, Rabu (28/6/2017)

Jenazah korban berhasil ditemukan berselang 56 menit setelah satuan patroli daerah Polair Polda NTB menerima laporan kejadian dari Polres KLU.

“Sesaat setelah menerima laporan ada orang tenggelam dari Polres KLU, anggota kami langsung meluncur ke lokasi. Kurang dari satu jam korban sudah ditemukan, namun sayang sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Kasatrolda Dit Polair Polda NTB, yang dikonfirmasi kicknews melalui sambungan telepon.

Dewa menegaskan bahwa anggota Polair diwajibkan untuk bergerak cepat menanggapi setiap laporan, baik yang berasal dari jajaran Polri sendiri maupun masyarakat. Reaksi cepat disebutnya wajib untuk dilakukan, dengan harapan bukan hanya untuk bisa menemukan jenazah korban, namun agar sampai bisa menyelamatkan nyawa.

“Sebenarnya kami targetkan sebisa mungkin untuk bisa menyelamatkan nyawa, jika saja kami mendapat laporan cepat, semestinya hal itu mungkin untuk dilakukan,” ungkap Dewa.

Jenazah korban terpaksa harus dievakuasi melalui perairan Senggigi Lombok Barat, karena kondisi gelombang besar yang tidak juga mereda di wilayah Setangi KLU.

Jenazah korban sesaat setelah ditemukan anggota Polair Polda NTB. GOOGLE/www.istimewa.com
Dikabarkan selanjutnya bahwa, pemuda yang tewas karena terseret gelombang pantai Setangi, Rabu (28/6/2017) lalu, saat ini adalah seorang mahasiswa yang sedang kuliah di Kota Mataram-NTB.

“Korban ini mahasiswa asal Flores,” ujar Kapolsek Pemenang IPTU. Hilmi Mannosoh P, Kamis (29/6/2017) kemarin.

Kapolsek menerangkan kronologis kejadian. Pada pukul 15.00 WITA, korban melihat dua orang gadis remaja yang terseret arus di Pantai Setangi, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Kemudian, pemuda Flores tersebut bersama dua pemuda lainnya berenang menolong dua perempuan tadi.

Remaja putri diketahui bernama Alia dan Widia dari Lingsar Lombok Barat, akhirnya berhasil diselamatkan. 

Namun naas, korban yang hendak berenang menepi malah terseret arus gelombang ke tengah. Arus gelombang yang besar tak mampu dilawan korban. Akhirnya, kata Kapolsek, tak berapa lama berselang, korban hilang tenggelam.

"Mendapat informasi adanya wisatawan yang terseret ombak. Kami segera berkoordinasi dengan Polair. Kemudian bersama Kabag Ops Polres Lombok Utara, kami koordinasi dengam Polair pos Senggigi,” lanjut Mannosoh.

Tetapi, saat ditemukan oleh tim penyelam Polair, lanjut manosooh, korban sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum.

“Kerabatnya juga yang mendampingi korban saat di RS,” pungkas Manosooh. (RED)

________
Berita ini sudah dirilis di situs www.kicknews.today, dengan dua judul berita yaitu:

Related

Kabar Rakyat 169275591817066772

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item