Di Bima, Selain Langka, Harga Migor Kian Meroket. "Di Sosmed Banyak Muncul Merk Migor"

 
Para ibu-ibu di salah satu retail modern saat mengantri membeli minyak tanah yang keberadaannya langka dan sudah melambung tinggi di Kota Bima, belum lama ini. (LOMBOKPOST.COM/Foto)

KOTA BIMA - Ketidakstabilan keberadaan salah satu dari Sembilan bahan pokok yaitu minyak goreng (migor) kian dirasakan banyak daerah di Indonesia. Belakangan ini, kelangkaan migor membuat ibu-ibu rumah tangga emosional dan pusing atas keadaan ini.

Tak berbeda dengan daerah lainnya. Ternyata di Kota Bima, keberadaan minyak goreng mengalami masalah yang sama. Selain peredarannya yang langka. Nilainya pun kian meroket. Sebelumnya, migor seharga Rp14 ribu per liter. Kini membengkak hingga Rp30 ribu per liternya.

"Benar-benar, tadi Saya ke pergi ke pasar. Harga yang dua liter jadi 60 ribu sekarang. Sangat kaget sekali saya. Padahal kemarin harganya masih Rp45; ribuan," ujar Anita, seorang IRT dilansir dari situs Mbojoinside.id, Sabtu, 12 Maret 2022.

Lanjut Anita, meski keadaan migor yang harganya melambung tinggi, kebutuhan akan barang itu pun menjadi rebutan para pembeli, khususnya kaum ibu rumah tangga. 


"Migor ini selain untuk kebutuhan tetap bagi ibu-ibu rumah tangga. Perkembangan usaha kuliner dan jajanan yang sudah banyak diminati saat ini tentu sangat membutuhkan migor untuk usahanya," ujar Anita, warga, Kelurahan Nae, Kota Bima itu.

Ibu-ibu lainnya, Nia yang mendengar harga migor saat ini mengaku shock mendengar harganya. 

"Lama-lama kayak harga emas nanti nilai minyak goreng ini. Aduh, bagaimana ini kalau harganya terus meroket begini," keluh Nia yang juga mencurhatkan perasaannya lewat status di akun sosmed miliknya.

Nia berharap Pemerintah Daerah di Bima segera bersikap dalam menanggapi kebutuhan masyarakat saat ini. Mengingat Migor menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. 

"Kalau pemerintah ga turun tangan, bisa-bisa ribut dan gaduh di Bima nanti Apalagi ini urusannya para emak-emak," ucap Anita, Sabtu, 12 Maret 2022. 

Warga lainnya, Wahyu mengatakan, agar Pemerintah melalui OPD (Organisasi Pelaksana Tehnis) terkait bersama pihak yang berkepentingan dalam urusan sembako dan pangan segera membahas dan menyikapi keadaan ini. 

"Pemerintah daerah selaku regulator atas keadaan ekonomi di Bima, kami minta segera merespon dengan melakukan sidak pada sejumlah distributor dan mencari solusi atas kelangkaan ini," ujarnya.

"Jika ada pihak yang sengaja menimbun atau melakukan kegiatan yang membuat keadaan migor menjadi langka dan harganya membengkak hingga membebani rakyat khususnya kaum Ibu. Kami meminta Aparat langsung menindak dengan tegas," sambung Wahyu, warga asal Kelurahan Kumbe, kota Bima. 

Namun, netizen lain dalam pengakuannya menilai membingungkan atas masalah migor saat ini. 

Pasalnya, wanita bernama Ira ini mengatakan, di sosial media terjadi kontroversial soal migor. Ada yang bilang langka tapi ada yang bilang malah kian banyak merk-merk migor yang bermunculan di sosial media.

"Saya heran. Saat ibu-ibu menjerit karena harga dan kelangkaan migor saat ini. Di sosial media, terlihat banyak sekali jenis migor yang beredar di Indonesia. Padahal, kami mengenal sebelumnya hanya beberapa merk saja," ungkap dia. 

"Mana yang benar seh keadaan ini" sambung Ira.

Terkait dengan masalah migor ini. Pihak Pemkot Bima dan lembaga pemerintah terkait lainnya. Masih diupayakan untuk dikonfirmasi dalam menanggapi keluhan banyak ibu rumah tangga saat ini. (RED)



Related

Kabar Rakyat 4305343539985290629

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 



 

 


 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item