H. Irfan Paparkan Smart City di Kemendikbud

Kepala LPMP NTB, Drs. H. Muh. Irfan, MM (tengah), menghadiri rapat terbatas di Direktorat Jenderal (Ditjen) Dikdasmen Kementrian Pendidikan, Sabtu, 13 Mei 2017. METROMINI/Dok
JAKARTA - Kepala Lembaga Pemberdayaan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Drs. H. Muh. Irfan, MM, menghadiri rapat terbatas di Direktorat Jenderal (Ditjen) Dikdasmen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbut) RI. Pada rapat internal itu dipimpin langsung oleh Dirjen Dikdasmen, Hanid Muhammad. Para peserta rapat diikuti oleh para direktur serta Kepala LPMP se Indonesia, di Senayan, 13 Mei 2017. 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LPMP NTB, M. Irfan memaparkan tentang konsep Smart City sebagai konsep pemberdayaan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).  Pada pemaparannya, ia menjelaskan bahwa dua kota yang ada di Nusa Tenggara Barat yaitu Kota Mataram dan Kota Bima, pada tahun anggaran 2018 dipertimbangkan pelajar atau anak didik SMK sebagai salah satu penggerak yang menghidupkan wajah kota

"Konsep ini adalah SMK akan dimaksimalkan sebagai jasa wisata domistic dalam bentuk MICE "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran)," ujar Irfan, Senin, 15 Mei 2017.

Dijelaskannya, pada keberadaan SMK Informatika saat ini, eksistensinya yang sedang mengarah pada pemanfaatan IT (Informatika dan Tehnologi), khususnya pada pelayanan informasi kebutuhan publik (public services). Diterangkannya, dalam mengoptimalisasi kemudahan akses terhadap kebutuhan publik adalh sebuah keberadaan yang patut untuk diperhatikan lebih serius. Karena ini akan menjadi satu indikator kemajuan terhadap sebuah kota. 

"Mengembangkan MICE dan kemudahan pelayanan secara tersistim, yang cepat dan on line adalah sebuah keharusan untuk saat ini," ucap dia.

Ia menambahkan, dalm pengelolaan SMK Perhotelan dan Informatika, harus dikembangkan pada dua kota yang ada di NTB, yaitu Kota Mataram dan Kota Bima. 

"Dua SMK tersebut di samping sebagai model dan tempat belajar, diharapkan juga sebagai unit produksi yang bergerak pada bidang MICE dan Informatika. SMK pun diharapkan dapat melahirkan para manajer hotel dan perancang aplikasi pelayanan publik yang handal," tuturnya.

Hal ini, sambung Irfam, bisa diwujudkan tentunya dengan adanya kepedulian dan peerhatian  yang serius oleh semua komponen dan pemangku kebijakan. Dan pada akhirnya, kata dia, dua kota di NTB tersebut, bisa mengarah pada kota yang SMART.

"Hal yang terpenting saat ini adalah pemenuhan fasilitas dan peninjauan kembali jurusan pada SMK di dua kota ini. Dan untuk tahun 2018  akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas yang ada. Untuk itu, LPMP NTB akan memilih satu SMK pada dua kota tersebut sebagai SMK model yg dibiayai seluruhnya oleh Dirjen Dikdasmen Kemdikbud RI," tutup dia. (RED | ADV).

Related

Pendidikan 4060053324475495571

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item