FPR dan Tukang Gedor Kantor BPBD Kota Bima, Gaji Relokasi Rumah Dikemanakan

Demontrasi di depan Kantor BPBD Kota Bima. METEROmini/Dok

KOTA BIMA - Pembangunan rumah relokasi yang berlokasi di Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota,  Kota Bima menyisahkan persoalan untuk para pekerja. Gaji tukang dan buruh yang mengerjakan pembangunan rumah relokasi belum selesai dibayarkan.

Sejumlah tukang bersama mahasiswa yang tergabung dalam Fron Peduli Rakyat (FPR), Rabu, 09 oktober 2019 2019 menggedor kantor BPBD Kota Bima.  Kehadiran beberapa tukang, buruh, dan mahasiswa itu menuntut uang gaji segera dibayarkan.

Dalam aksi itu,  masyarakat meminta memberikan hak para pekerja. Koordinator Lapangan (Korlap) mengungkapkan, pengerjaan rolokasi di jatibaru sangat dan buruh. Pasalnya uang yang menjadi hak para pekerja belum di bayar.

"Ada beberapa kepala tukang yang belum diselesaikan gajinya," ungkap Joe Samudra.

Selain itu, Salah seorang tukang yang ikut dalam aksi ini. Suhartono
mengaku,  pekerjaan rumah relokasi saat itu menggunakan sistim borongan. Dan sisa gaji jutaan belum di selesaikan.


"Bagi kami uang Rp3 juta ini sangat besar. Ini hasil keringat untuk anak  istri kami," keluhnya.

Begitu pun yang di ungkap oleh tukang lainnya, Joni mengaku. Hasil kerja pembangunan rumah relokasi yang di kerjakannya selama ini masih tersisa Rp 5,3 juta, uang gaji tersebut belum dibayarkan.

"Saya setiap hari dikejar oleh buruh yang meminta upah selama mereka bekerja. Lalu uang dari mana untuk membayar upah mereka," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kabid Rehabilitasi dan rekonstruksi, Asrarudin menjelaskan, untuk gaji tukang dan buruh,  pihak BPBD tidak ada urusan. Sebab anggaran ditransfer langsung oleh pemerintah pusat langsung ke rekening kelompok masyarakat (Pokmas).

"Anggaran ada di Pokmas. Harusnya mereka tanyakan ke Pokmas. Bukan di BPBD," ungkapnya.

Ia mengaku, sepengetahuannya Selasa (08/10) kemarin sudah diselesaikan oleh pengurus pokmas untuk pembayaran gaji tukang. Bahkan sudah ada kuitansinya.

"Sudah tuntas dibayarkan. Mungkin mereka yang datang demo ini belum tahu." (RED)

Related

Pemerintahan 3464272457990030658

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item