Deklarasi "Banyumas Melawan Hoax" Diikuti Ribuan Warga

Ilustrasi cap telapak tangan melawan hoax. FOTO: metrotvnews.com/GOOGLE

SERBA-SERBI - Ribuan warga berkumpul di Jalan Jenderal Soedirman sisi selatan Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu pagi. Mereka mengikuti deklarasi "Gerakan Banyumas Melawan Hoax".

Deklarasi itu diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas bekerja sama Pemkab Banyumas, Polres Banyumas, Kodim 0701/Banyumas dan didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto. Deklarasi yang digelar berbarengan "car free day" tersebut dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional Tahun 2017 dan Hari Jadi Ke-446 Kabupaten Banyumas.

Dalam sambutannya seperti dilansir dari Antara.com, Senin (13/2/2017),  Sigid Oediarto, selaku Ketua PWI Kabupaten Banyumas, mengatakan berita "hoax" semakin memprihatinkan karena dapat merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, kata dia, pada peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2017 di Banyumas, pihaknya merencanakan untuk menggelar kegiatan untuk melawan "hoax".

"Kenapa kami memilih tempat di acara car free day ini, karena kami berharap masyarakat ikut mengampanyekan anti-hoax dalam menangkal berita-berita yang palsu," katanya seperti dikutip dari laman Antara.com.

Baca juga:

Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein, meminta masyarakat untuk tidak terlalu percaya terhadap berita apapun sebelum dicerna, diselidiki, dan diambil hikmahnya. Dia mengatakan "hoax" dapat dikatakan sebagai makhluk yang tidak kelihatan tetapi menyesatkan.

"Apakah (berita) ini akan berakibat baik kepada orang banyak atau kita semua. Kalau itu baik, bermanfaat, dan tidak membuat hati kita resah, maka itu ditampung tetapi kalau sudah mulai membuat resah, maka itu salah," katanya.

Usai memberi sambutan, deklarasi "Gerakan Banyumas Melawan Hoax" dibacakan secara bergantian oleh Bupati Banyumas bersama anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Banyumas. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi pada kain warna putih dan cap telapak tangan serta berfoto bersama menggunakan berbagai "photo booth" bertema media sosial anti-"hoax".

Selain itu, kegiatan deklarasi tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi uang rupiah tahun emisi 2016 oleh petugas dari KPw BI Purwokerto, teatrikal tentang masyarakat yang menjadi korban "hoax" dan upaya untuk melawannya yang dimainkan oleh Teater Didik IAIN Purwokerto, parade anti-"hoax" oleh puluhan siswa SMPN 5 Purwokerto, musik kentongan kolaborasi antara anggota Kodim 0701/Banyumas dan Polres Banyumas, dan pergelaran grup musik Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Banyumas.

Bupati Banyumas berharap masyarakat harus bisa memilah antara berita palsu atau "hoax" dan berita yang benar.

"Oleh sebab itu, saya minta kepada Pak Kapolres, Pak Dandim, aparat penegak hukum, kita mesti membuat shock therapy. Ada satu berita hoax, maka kita kejar dan setelah dikejar maka masyarakat tahu kalau (berita hoax) ini akan ada dampaknya, itu nanti akan bermanfaat," katanya seperti dikutip dari laman Antara.com.

Di sini lain, Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengatakan apabila ada berita terutama di media sosial yang belum benar-benar pasti, lebih baik diam dulu kemudian dicari kebenaran atau perbandingan berita-berita yang lain.

Dia mengingatkan, ketika kita salah mencerna kemudian menjadi fitnah, menjadi kerusuhan, bisa jadi kemungkinan nanti menimbulkan korban atau korban jiwa. Jika beruntung, mungkin orang lain yang menjadi korban jiwa tapi bisa jadi keluarga kita sendiri, lebih baik jaga jempol kita atau jaga pikiran kita untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum benar sumber dan isinya,

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya akan menggunakan peraturan perundang-undangan yang ada untuk menindak berita-berita yang tidak benar sumber dan isinya. (RED | ANTARA.COM)

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item