Kantor UPTD Dikbudpora Tambora Bak Kandang Kambing, Kepalanya "Disemprot" Warga

Keberadaam Kantor UPT Dinas Dikbudpora Kecamatan Tambora yang dihuni oleh binatang  saat ini. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Kondisi yang memprihatinkan saat melihat kantor Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kecamatan Tambora yang kerap dihuni oleh binatang ternak di dalam ruang kantor. Wajah pendidikan di Tambora ini pun menuai kecaman warga, Anang Fajar. Tak hanya masalah kantor UPTD, Anang pun menilai jajaran UPTD Dikbudpora Kecamatan Tambora tidak serius atau tak becus menjalankan tanggung jawabnya memperbaiki kualitas pendidikan yang ada di Tambora. 

"Banyak permasalahan pendidikan yang terjadi di Tambora yang tidak pernah diselesaikan oleh pihak UPT sebagai perpanjangan tangan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima. Bahkan nilai kelulusan di tahun 2018 lalu terhitung rendah, masalah guru yang jarang masuk kerja dan kegiatan belajar mengajar yang kacau tidak pernah disentuh dan dicarikan jalan keluar oleh UPT. Demikian pula dengan kasus dugaan pungli yang ada di sekolah," beber Anang, Sabtu, 26 Januari 2019.

Menurutnya, Kepala UPT Dinas Dikbudpora Tambora disinyalir tidak memberikan gaji para guru sukarela yang ada saat ini,  Kata dia,  uang yang sudah dipotong melalui dana Bos untuk para sukarela di KUPT tidak pernah diberi selama ini. 

Dia berharap, pihak Dinas dan juga Bupati Bima memeriksa dan mengevaluasi keberadan Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Tambora, dan bila perlu mencopot Kepala UPT yang malas ini. 

"Para tenaga sukarela yang bekerja di kantor UPT sendiri tidak pernah mendapat gaji atau diberikan upah. Padahal biaya operasional mereka diambil dari potongan dari dana BOS sebesar Rp3.000 untuk tiap siswa yang selalu dilakukan Kepala UPT. Dan kondisi ini perlu diperiksa serta diawasi oleh pihak Dinas dan Bupati Bima," jelas dia. 

"Kami meminta agar Bupati Bima bisa segera mencopot Kepala UPT dan digantikan dengan yang mau bekerja dan peduli atas kondisi pendidikan di Tambora," tambah Anang.

Keberadaam Kantor UPT Dinas Dikbudpora Kecamatan Tambora yang dihuni oleh binatang  saat ini. METROMINI/Agus Gunawan
Diakuinya, Kepala UPT saat ini meropakan warga asli Tambora. Harusnya, dia yang lebih peduli dengan memajukan dunia pendidikan dan masa depan generasi di Kecamatan Tambora. Minimal, kata dia, generasi mendapatkan pendidikan dasar yang berkualitas. 

Diterangkannya, beberapa masalah dan kejadian tidak pernah diurus dan diperbaiki oleh Kepala UPT yang menjabat saat ini. Berbagai masalah dana bantuan seperto Dana PIP yang ada SMP dan soal dana BOS, direspon seala kadar bahkan bisa dibilang tak ada tindakan positif untuk memperbaiki keadaan yang dilakukannya. 

"Banyak hak para siswa seperti bantuan dana PIP yang tidak dibagikan ke siswa di tingkat SMP maupun dana bantuan operasional untuk tingkat SD di Tambora. Contohnya kasus di SDN Doro Lede dan SMPN 2 Tambora. Kedua sekolah tersebut diduga tidak pernah memberikan dana PIP kepada siswa di tahun 2018," pungkas dia. 

Seharusnya, sambung Anang, masalah ini mendapat perhatian dari Kepala UPT. Ada juga permaslahan tentang kuota perekrutan CPNS untuk diposkan di sekolah yang ada di Kecamatan Tambora, yang setelah ditelusuri ternyata pihak UPT tidak menyetorkan data kebutuhan guru dan tenaga pendidik yang ada di Tambora. 

Dia mengatakan, Kepala UPT hanya makan gaji buta, di mana keadaan kantornya yang sudah jadi kandang kambing saat ini.

"Sungguh miris kondisi pendidikan di Tambora. Kepala UPT ibarat memakan gaji buta saja. Tidak becus dan tidak melaksanakan tanggung jawabnya secara baik. Dan di hari Jumat (25/1/2019) pagi pas saya ke Kantor UPT Dikpora, kondisinya bukan lagi kantor tapi sudah jadi kandang kambing.," bebernya. 

"Dan kondisi ini, bukan hanya kantor UPTD Dikpora saja, banyak kantor UPT Dinas lain yang jarang ada pegawainya dan binatang ternak leluasa bermain di sana." tambah Anang.

Di sisi lain, Kepala UPTD Dikbudpora Kemcatan Tambora yang dihubungi Metromini belum memberikan tanggapannya saat ini. (RED)

Related

Pendidikan 7548814494189562244

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item