Kok Ada Sapi Bebas Keliaran di Alun-alun Kota Bima!

Sapi sedang makan rummput di ruang publik di taman Serasuba, tempat yang dinilai alun-alunnya Kota Bima. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - Masalah ternak liar di Kota Bima bukanlah hal yang baru, Namun, hingga saat ini, Pemerintah Kota Bima masih belum bisa mencari cara pengendalian ternak liar seperti sapi untuk bebas di ruang fasilitas publik seperti di Lapangan Serasuba yang dinilai sebagian warga sebagai cikal-bakal alun-alunnya Kota Bima.

Kondisi bebasnya keberadaan ternak liar saban hari selalu mudah ditemukan di Kota Bima. Tak ayal, Jum'at (18/1/2019) sore, dua ekor sapi serasa seperti di kandangnya sendiri saat melahap rumput di lapangan serasuba. Hal ini diungkapkan oleh seorang warga yang biasa akrab dipanggil Fan.

"Tidak hanya di Lapangan Serasuba di waktu sore hari. Di mana warga mulai menikmati suasana santai di lapangan yang sudah mulai menjadi titik wisata dan keramaian dalam kota. Keberadaan sapi liar ini sepertinya tidak ada aturan tentang ternak liar dan pelarangannya di Kota Bima," ujar Fan, Sabtu (19/1/2019) pagi.

Kata dia, tak hanya di Lapangan Serasuba yang mungkin bisa di bilang alun-alunya Kota Bima. Di Taman Ni't atau di batas kota kerap kali sapi berada di kawasan yang sudah dibangun taman oleh Pemkot Bima. Menurutnya, kesan adanya sapi liar saat masuk ke Kota Bima, tentu saja bagi pendatang akan menciptakan kesan awal yang sangat menciderai corak kehidupan masyarakat di kota ini. 

"Masuk Kota Bima, kata teman saya yang dari Jawa. Orang Bima banyak duitnya ternyata. Sebab, simpan uang di jalan-jalan dan kalau di tempat kami. Sudah diangkut kalau ngak ama petugas ya ama pencuri. Orang Bima ternyata kaya-kaya," sindir Fan mengutip kisah yang pernah diungkapkanya temannya itu.

Sapi sedang makan rummput di taman batas kota yang ada di Lingkungan Niu, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Sabtu (19/1/2019) siang. METROMINI/Dok
Pengakuan seorang pengunjung kota bima, Aris yang dimintai tanggapannya atas adanya ternak liar di Kota Bima. Kata dia, sungguh disayangkan jika masalah ternak liar tak bisa ditangani oleh pemerintah daerah di Kota Bima. Kata dia, payung hukum masalah ternak di setiap daerah pasti di atur dalam Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala Daerah. Unutk selanjutnya, polisi atau penegak aturan ini adalah Pol PP.

"Jika aturan Perda ada. Dan ternak liar bebas berkeliaran di mana-mana. Artinya kebedaraan petugasnya yang perlu dievaluasi. Mereka tidak menggelar patroli secara rutin dan dijadwal. Dan belum ada sistim atau cara yang digunakan kalau sejak lama sampai sekarang persoalan ternak liar selalu mudah ditemukan," ujar alumni kampus ternama di Surabaya ittu, sore ini.

"Kesannya kan tidak bagus sekali. Saat tempat yang dikenal alun-alun atau titik keramaian di kota menjadi hunian ternak liar. Masa ruang kumpul manusia, bebas dihuni dan ada ternak liar apalagi di lokasi seperti alun-alun," tandasnya menambahkan.  

Terpisah, di sosial media, warganet bernama Chairul Dae Irul mengaku, keberadaan beberapa ekor sapi liar yang ada di sebelah barat Lapangan Serasuba, hampir saja ditabrak mobilnya yang yang sedang melintas. Seandainya saja terjadi kecelakaan, Chairul memastikan akan menuntut pihak yang tidak becus mengurus soal ternak liar di Kota Bima. 

"Kemarin sore pas lewat di samping barat Lapangan Serasuba, mobil saya hampir menabrak beberapa ekor sapi yang secara tiba-tiba lari keluar Lapangan Serasuba. Seandainya kena mobil saya, akan panjang urusannya. Akan saya kejar pihak-pihak yang tidak becus mngurus sapi-sapi ini sampai ke kolong rumahnya," tulis warga yang tinggal di BTN Tolo Tongga, Kota Bima itu, pagi tadi.

"Yang ngusung jargon PERUBAHAN setelah menang kok seperti ini keadaan Kota Bima. Bola mata pemerintah apa tidak melihat kondisi di masyarakat saat ini," sambung Chairul.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota Bima terkait keseriusannya menangani masalah ternak liar masih dimintai tanggapannya, Berhubung hari Sabtu libut karena pemberlakuan lima hari kerja di Pemkot Bima, pihak terkait akan dikonfirmasi hari Senin, 21 Januari 2019 nanti. (RED)

Related

Kabar Rakyat 915188594543928174

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item