Wabup: Harga Garam Masih Dibahas, Empat Investor Sudah Siap Hadir di Bima


Wakil Bupati Bima Drs. H Dahkan M. Noer, M. Pd, saat bertemu Petani garam didepan Kantor Bupati. METEROmini/Dok

KABUPATEN BIMA - Soal keluhan petani garam kecamatan Bolo,  kabupaten Bima. Dimana aksi yang dilakukan di cabang talabiu hingga kantor Bupati, massa aksi pada saat itu meminta pemerintah daerah atau bupati bima untuk segera menempati janjinya untuk mensejahterakan petani garam

Menanggapi tutun Puluhan massa aksi di depan kantor Bupati Bima tersebut itu, massa langsung di tanggapi langsung oleh Wakil Bupati Bima Drs. H Dahkan M Noer, M. Pd, ia mengatakan, harus ada acuan dan peraturan pemerintah, namun hal itu sedang digodok di kementrian perikanan dan kelautan RI.

"Setelah ada ketetapan dari Kementrian baru kami akan membuat perda garam bersama DPRD Kabupaten Bima, sebab pembahasan tidak boleh satu Pemerintahan saja," jelasnya didepan massa aksi.

Baca juga:  Harga Garam Anjlok,  Petani Desak Bupati Bima Tepati janjinya

Dahlan mengakui, untuk menengan harga garam yang ada dibima pemerintah sudah membahas terakhir bersama Gubernur NTB, dan kata dia,  pada pembahasan dengan pihaknya pemerintah pusat saat itu, pemerintah betsepakat berupaya untuk menghadirkan pengusaha atau investor untuk tahun 2020.

"Empat investor sudah dikomunikasikan akan hadir di Bima tahun 2020, dan disepakati akan membeli garam seharga Rp300 rupian per kilogram di gudang," ungkap wabub biasa di sapa baba leo itu.

Menurut dia, untuk masyarakat petani garam untuk bisa berikan kepercayakan pada pemerintah untuk memperjuangkan, supaya petani garam dapat tersenyum dengan harga yang maksimal.

"Terkait harga garam, tidak hanya dibahas di tingkat Kabupaten Bima, namun Gubernur sudah mengambil alih masalah di Kabupaten Bima untuk dicarikan solusinya," terangnya. (RED)

Related

Pemerintahan 5873905612983164855

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item