Laporan ITE Yandi Ketua DPRD di Polda Menuai Perlawanan, Warga di Bima Minta Kapolri Copot Kapolda NTB

Aksi warga yang berlangsung di Cabang Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Senin, 27 Juli 2020. METEROmini/Agus Mawardy
KABUPATEN BIMA - Aksi protes menyorot dugaan amoral serta solidaritas atas dilaporkannya pemuda asal Kecamatan Madapangga (Rizal, Red) berlangsung di pertigaan Desa Bolo, Kabupaten Bima, Senin, 27 Juli 2020.

Massa mendemo Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Feriyandi S.IP yang juga anak sulung Bupati Bima, Indah Damayanti Putri (IDP). Massa menduga Ketua DPRD Kabupaten Bima itu melanggar kode etik sebagai seorang wakil rakyat.

Diketahui, viralnya foto panas yang menyerupai Ketua DPRD dengan seorang wanita bertatto hello kitty yang yang terlihat sangat seksi, sebagai pemicu terjadinya gejolak di tengah masyarakat. Masyarakat protes, Ketua DPRD diduga melakukan tindakan amoral dan kasus ini sudah dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bima yang tak jelas tindak lanjutnya hingga saat ini.

Selain itu, viralnya foto Ketua DPRD Kabupaten Bima dengan wanita bertato Hello Kitty itu pun berujung pada laporan yang diadukan Yandi ke Polda NTB, termasuk diantaranya Syamsurizal (34) warga Desa Bolo Kecamatan Madapangga.

Buntut laporan itu Rizal Patikawat dijemput paksa oleh tim cyber Polda NTB 22 Juli 2020 lalu.Dirinya dijemput setelah tidak menghadiri beberapa panggilan Polisi. Pria yang biasa disapa Rizal itu dijerat dengan pasal karet UU ITE dan pencemaran nama baik menjadikan statusnya kini telah menjadi tersangka.

Penjemputan paksa aparat Kepolisian terhadap Rizal akhirnya memantik sikap perlawanan masyarakat hingga hari ini. Masyarakat menilai, tindakan yang dilakukan aparat penegak hukum sangat melenceng dari nilai demokrasi yang ada. Mereka menuding, hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Atas dugaan ketidakadilan pada Rizal patikawat tersebut sehingga memamncing Sikap protes  ratusan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Pemuda Madapangga. Tepatnya di cabang Bolo, aksi itu kembali dilakukan setelah beberapa waktu lalu mereka menuntut hal yang sama. Aksi demostrasi yang kedua ini, mereka meminta kepada Kapolri agar mencopot Kapolda NTB yang syarat kriminalisasi aktifis Pro Demokrasi.

“Karena bukan hanya Rizal saja yang dilaporkan oleh Yandi, tapi ada aktifis aktifis lain, tapi kenapa hanya Rizal yang di jemput paksa serta di jadikan tersangka," ujar seorang Jendral Lapangan saat aksi di Cabang Bolo, Joni Juniardi, Senin (27/7/2020) pagi tadi.

“Terjadinya instabilitas di Kabupaten Bima hari ini adalah sebuah bukti bahwa gagalnya Kapolda NTB dalam menjalankan amanat konstitusi. Betapa tidak, kasus yang menjerat abang kami Syamsurizal hanyalah sebuah upaya membungkam kemerdekaan rakyat dalam berpendapat. Bukankah negara kita adalah negara demokrasi??. Sangatlah wajar Ketua DPRD dikritik, karena dia sebagai pejabat publik. Maka untuk itu, kami minta kepada Kapolri untuk segera mengevaluasi kembali kinerja Kapolda NTB,” tutur Joni melanjutkan pandangannya saat berorasi.

Menurutnya, banyak persoalan lain yang lebih besar yang mesti diselesaikan aparat penegak hukum. Diantaranya, persoalan JPS Gemilang yang dinilai bermasalah. Mulai dari pengadaan Ikan Teri, Garam, Gula, dan Masker.  Ada juga laporan banyak kasus korupsi di Direskrimsus Polda saat ini yang masih Dipertanyakan kelanjutan prosesnya.

Selain itu, Joni juga kecewa dengan sikap pihak Polda NTB yang bukan dengan persoalan Bibit Bawang Merah. Bahkan kasus Sampan Fiber Glass yang ditangani Polda NTB. Namun hingga saat ini tidak ada kejelasan sama sekali.

“Kenapa rakyat yang berjuang demi kebenaran, yang dijemput Kapolda NTB??. Bukankah banyak kasus lain yang lebih besar bahkan melibatkan keluarga istana yang harus diatensi Polda??,” teriak Joni.

Orator lain, Syarifudin, M.Pd pada aksi tersebut juga mempertanyakan kinerja Polda NTB. Menurutnya, aparat kepolisian juga harus menjemput paksa sosok perempuan bertatto hello kitty yang menjadi sumber terjadinya persoalan ini. 

“Bukan hanya senior kami Rizal yang harus dijemput paksa, si bela wanita bertatto hello kitty itu juga harus di jemput paksa. Sebab dialah sumber yang menciptakan instabilitas ini,” ujar Syarif.

Hal senada juga disampaikan Qaidul Ifani. Menurutnya, polisi juga harus usut tuntas tentang keberadaan patung yang ada di pantai wane. Karena menurut Qaidul, persoalan ini juga harus menjadi aparat penegak hukum karena telah menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Kami minta kepada pihak penegak hukum, jangan hanya cari kesalahan para pejuang demokrasi. Yang harus ditindak tegas adalah mereka yang diduga melakukan perbuatan amoral. Juga persoalan lain yang menjadi sumber terjadinya instabilitas seperti halnya patung di Pantai Wane,” tegasnya. 

Aksi demonstrasi ini sempat terjadi insiden chaos saat massa aksi yang mencoba menghadang mobil dinas plat merah akhirnya saling dorong dengan aparat Kepolisian. Meski memanas, aksi tersebut mampu diredam dan kondisi masih dalam keadaan kondusif. (RED)

Related

Kabar Rakyat 7775401395728622571

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item