Pemukiman Warga di Samili Longsor Sejak Tahun Lalu, Pemkab Masih Tutup Mata

Kondisi longsor yang terjadi di Desa Samili Kec.Woha Kab.Bima. METEROmini/Dok
KABUPATEN BIMA - Sejak bencana Longsor yang terjadi tahun 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima belum memperhatikan nasib korban yaitu warga  Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. 

Sejak bencana itu terjadi, kehidupan puluhan kepala keluaraga di Dusun Ndora sangat menghawatirkan. Padahal, saat musibah terjadi Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri langsung turun ke lokasi. Namun sampai saat ini penanganan tanah longsor tersebut  belum ada perhatian dari Pemda.

Ketua Karang taruna Desa Samili, Ghobin mengatakan, sejak musibah itu terjadi,  puluhan Warga di Dusun tersebut sangat terancam kehidupannya. Padahal, kata dia,  Bupati saat kejadian itu langsung turun lansung, namun sampai detik ini hasilnya tidak ada untuk memperbaiki keadaan tanah yang longsor di sana.

"Sampai kapan warga Dusun Ndora harus berada dalam bayang-bayang ancaman tanah longsor yang tiap saat bisa saja mengancam keselamatan warga. Bupati Bima sudah pernah meninjau langsung keberadaan lokasi tanah longsor itu, tapi hasilnya nihil, kondisi tanah longsor itu belum juga diperbaiki hingga sekarang," jelas ghobin, belum lama ini. 

Ghobin menegaskan, dengan keadaan warga saat ini,  Bupati maupun Dinas terkait harus bertanggung jawab dan memberikan solusi atas keadaan masyarakat yang dihantui rasa ketakutan yang ada akibat tanah longsor ini.

"Kami pemuda Samili meminta kepada Bupati Bima dalam hal ini Dinas terkait seperti Dinas Perkim, Tatapem, Bagian AP dan BPBD yang mempunyai tanggung jawab dalam penanganan tanah longsor itu untuk segera menata dan memperbaiki keadaan yang ada," jelasnya. 

"Katanya sudah menganggarkan bahkan sudah mengukur lokasinya. Tapi, sampai saat ini belum terealisasi," tambahnya.

Kata dia, jika Bupati Bima tidak merealisaikan keinginan warga saat ini,  ia beserta Warga mengancam akan mendatang Kantor Bupati dengan mengajak masyarakat di Desa Samili.

"Sampai kapan kami menunggu. Atau mungkin perlu kami menghadap Bupati Bima dengan massa aksi agar Pemda mau membuka matanya," ancam dia. (RED)

Related

Kabar Rakyat 2497011450414629567

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item