Catut Nama Wartawan Dalam Proposal, Oknum Korwil MOI Bali Nusra Bakal Dilapor Polisi

 

Surat Lampiran yang mencantumkan sejumlah Nama Wartawan Bima.METEROmini/Dok

KABUPATEN BIMA - Munculnya sejumlah nama Wartawan Bima dicantumkan oleh Oknum Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) MOI wilayah Bali Nusra dan juga Ketua Ikatan Wartawan Bima (IWABI) untuk kepentingan proposal permohonan bantuan dana, inisial SKR akan dilaporkan ke Polres Bima Kota.

Munculnya Nama sejumlah Wartawan yang bergabung Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan nama Ketua Persatuan Wartawan  Indonesia (PWI) Bima berserta nama Pimpinan Redaksi Media di Bima didalam proposal tersebut sangat merugikan pihak tertentu. 

Koordinator AJI Bima Sofyan Ashari menyampaikan, mencatut nama dan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh SKR dalam proposal tersebut sangat tidak etis dan merugikan anggota AJI. Apalagi proposal itu meminta bantuan dana dengan dalih mengadakan kegiatan jurnalistik.

"Kami sangat dirugikan dan kami akan melaporkan kasus ini ke Polres Bima Kota besok Selasa," tegasnya, Senin, (9/11/2020).

Selain mencantumkan nama Fahrunnas,  kata Pian-sapaannya,  SKR yang juga Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) MOI wilayah Bali Nusra tersrbut, mencantumkan nama pemimpin media lain sebagai panitia. Seperti nama Jack Garda Asakota, Ketua PWI Bima Indra Gunawan, Mahrun media Obor Bima, Atina media Radar Tambora dan Irawan media MNC.

Padahal orang yang dicantumkan dalam struktur panitia tersebut tidak pernah tahu. Mereka merasa heran karena ada namanya dalam proposal.

Atina dari Media Radar Tambora juga heran ada namanya dalam proposal tersebut. Awalnya ia tahu saat dirinya datang ke Polres Bima Kota untuk liputan. 

Tiba di Polres, Atin langsung dipanggil oleh salah satu anggota Humas Polres dan memberikan amplop putih berisi uang.

Heran dengan pemberian itu, Atina pun bertanya uang untuk apa. Anggota Humas  menjawab uang dari pengajuan proposal IWABI yang diajukan kemarin. Kebetulan Seksi Dana dalam proposal ada tercantum nama Atina.

"Saya kaget nama saya dicantumkan dalam kepentingan pribadi SKR, dan ini tidak boleh dibiarkan dan harus kami laporkan ke Polisi," tegasnya.

Sementara itu Khaerunas juga mengaku tidak pernah menandatangani proposal tersebut dan merasa kaget saat diberitahu oleh salah satu anggota AJI.

"Itu bukan tanda tangan saya, bukan seperti itu model tanda tangan saya," ungkapnya.(RED)

Related

Kabar Rakyat 3908835637199245297

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item