Dalam 3 x 24 Jam, Pejabat Penanganan Banjir Akan Menjawab Tuntutan Aksi di Woha

Kondisi jembatan yang rusak dan menjadi tuntutan warga di Kecamatan Woha saat aksi demonstrasi yang digelar, Senin (3/4/2017). FACEBOOK/Adit Sanjaya Sanjaya
KABUPATEN BIMA - Aliansi pemuda di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima membangun front aksi dalam mengusut masalah penanganan banjir yang dilakukan oleh pemerintah. Kerusakan failitas publik pasca bencana pun menjadi isu dan tuntutan Font Pemuda Woha dari beberapa organisasi kepemudaan yang meminta agar segera diperbaiki.

Senin, 3 April 2017 kemarin, Koordinator Aksi Front Pemuda Woha yang menggelar aksinya di Cabang Talabiu, Kecamatan woha, A. Rafik mengatakan, pihaknya meminta pelaksana proyek normalisasi sungai untuk bertanggung jawab terkait persoalan banjir yang sering melanda beberapa desa di Kecamatan Woha. Kata dia, proyek di bawah program kantor BWS (Balai Wilayah Sungai) dikerjakan dalam kondisi yang tidak sesuai dengan harapan warga di Kecamatan Woha.

"Terkait dengan ancaman bencana banjir bandang yang kian menghantui dan mengkuatirkan masyarakat di Desa Talabiu dan di Kecamatan Woha pada umumnya. Kami harap pemerintah tidak tutup mata dan dengan segera melakukan tindakan yang massif dalam penanganan bencana banjir bandang yang sudah menjadi beban rakyat saat ini. Proyek normalisasi sungai milik BWS itu pun bermasalah," ungkap A. Rafik dalam orasinya, Senin siang kemarin.

Menurutnya, gerakan demnosntrasi ini sebagai warning atas kesadaran yang dibangun oleh pemuda. Dan dengan adanya banjir bandang ini, kata dia, pemuda dan warga di Desa Talabiu pada khususnya sadar akan keberadaan pemerintah dan menuntut pertanggungjawaban mereka dalam hal penanganan banjir bandang yang sudah menjadi 'momok' bagi masyarakat di Bima pada umumnya.

Diakuinya, gerakan ini merupakan hasil konsensus dan kesepakatan bersama beberapa elemen masyarakat yang ada.

"Persoalan banjir di Desa Talabiu, sudah menjadi ancaman bagi masyarakat di sini. Kami menuntut kinerja pemerintah atas dasar kesepakatan bersama beberapa elemen masyarakat baik dari kaum tani, kalangan pengusaha kecil dan menengah, tukang ojek, kusir benhur yang kini menjadi langganan korban banjir," tukas dia.

Dia menegaskan, pihaknya dalam waktu 3 x 24 jam, berharap ada tindakan serius yang diambil pemerintah dalam menjawab sorotan warga Desa Talabiu dan masyarakat di Kecamatan Woha pada umumnya.

Terkait dengan tuntutan aksi ini, Rafik meminta agar jembatan yang rusak segera di perbaiki dan pihak dinas terkait, segara mewujudkan pertanggunjawabannya pada sejumlah pelaksanaan proyek normalisasi, perbaikan jembatan maupun kegiatan-kegiatan lain yang masih kuat hubungannya dengan penanganan bencana.

"Tiga hari kami tunggu janji kalian wahai para penguasa. Hari ini kami telah mendengar janji kalian. Jika tidak, kami akan memaksa kalian hadir di perempatan desa kami dan memastikan jawaban dari korban banjir menggugat di Woha ini di jawab dengan segera," pungkasnya.

Sementara itu anggota front aksi yang digelar Senin kemarin, Adit mengaku, saat aksi berlangsung, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, Ir. H. Nggempo telah menemui massa aksi.

Kata Adit, pihak Dinas PUPR telah menyanggupi bahwa dalam waktu 3 x 24 jam, pihak mereka termasuk di dalamnya pejabat dari kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementrrian PUPR akan datang dan memberikan penjelasan dalam penanganan banjir di Ibukota Kecamatan Kabupaten Bima ini.

"Saat aksi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima sudah berjanji. Dan dalam waktu tiga hari ini, bersama pejabat BWS akan menemui warga di Kecamatan Monta guna merealisasikan berbagai masalah di sini yang ada hubungannya dengan bencana banjir. Seperti, perbaikan jembatan dan proyek normalisasi sungai," ujar pemilik akun Adit Sanjaya itu, kepada Metromini via messengger, Senin (3/4/2017) malam. (RED)


Related

Pemerintahan 4792586453607887124

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item