Bau!!! Ada 'TPA' di Pinggir Lintasan Jalan Bolo-Soromandi

Kondisi sampah yang ada di lintasan jalan antara Kecamatan Bolo dan Soromandi. FACEBOOOK/Ibrahim

KABUPATEN BIMA - Warga yang ada di Kecamatan Bolo atau bagi pengguna jalan yang melintasi jalan raya antar Kecamatan Bolo dan Kecamatan Soromandi menyesalhkan keberadaan sampah yang di buang di pinggir jalan lintasan itu. 

Warga berharap, kepada Pemerintah Kecamatan Bolo agar bisa melihat kondisi sampah yang sepertinya di pinggir jalan yang berada di Desa lintas Tumpu dan Desa Rada itu sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Seorang warga dalam akun Facebooknya menuliskan atensi dan menyoroti keberadaan sampah. Ia pun menyorot kinerja Camat Bolo, Dra. Mardiana agar segera merespon keberadaan sampah yang meresahkan warga itu.

"Yth. Camat Bolo (Dra. Mardiana)
Ada pemandangan yg "waah" ketika kita lewat depan #STADION_RATU di jalan lintas TUMPU dan RADA. Setiap pengguna jalan di sekitar lokasi ini#WAJIB_TUTUP_HIDUNG karena baunya luarrrrr biasa. Yg saya tahu lokasi ini bukan TPA. Semoga secepatnya dicarikan solusi demi keINDAHan Kec. Bolo," tulis Ibrahim belum lamana ini. 

Kondisi sampah yang ada di lintasan jalan antara Kecamatan Bolo dan Soromandi. FACEBOOOK/Ibrahim
Selain Ibrahim, pengakuan yang sama dengan kekecewaan pengguna jalan disampaikan oleh Uki Ali Syariati.

"Oh pantas. Tak kirain bau apa pas lewat kemarin. tahu2nya ada sampah ini. Itu juga sampah disekitaran PKM Bolo, saya lihat banyak sekali." ujar Uki, seorang jurnalis itu. 

Nada dan respon dari warga agar Ibu Camat segera menyikapi masalah ini disampaikan Defan Dae Zulfa.

"Saya rasa ibu camat jg tau persoalan ini karna sering lewat jalan ini,,entah mengapa beliau nya tidak secepat nya mengambil tindakan atau mungkin. tidak peduli dengan keadaan seperti ini....," ujar Defan.

Sedangkan Mansyur H. Syahrir menanggapi bahwa, pemandangan seperti ini sudah hampir merata di 18 Kecamatan di Kabupaten Bima. Salah satu penyebab utamanya adalah dampak dari ketidakpunyaan Peraturan Daerah yang mengatur Rencana Tata Ruang dan Rencana Tata Wilayah yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bima.

"Kesalahan ini tidak serta merta ditujukan ke Camat, karena yang "berkepentingan" dengan RTRW itu adalah Pemerintah Daerah (eksekutif dan legislatif). Sebab RTRW yang disusun oleh pemerintah antara lain memuat pemetaan wilayah dan zona-zona khusus termasuk TPS dan TPA. Sedangkan perangkat birokrasi kebawah adalah eksekutor/pelaksana Perda itu sendiri," kata Mansyur

"Memang sebelum ada Perda yang mengatur TPS, TPA sudah seharusnya diantisipasi lebih awal, tentu saja diperlukan peran Camat dan Kepala Desa," tambah Mansyur.

Menurut warga lainnya, Karyadin Adin menjelaskan, problem persampahan menjadi diskursus yang selalu diangkat di medsos. Ini fenomena yang terjadi di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bima ini. 

"Peran camat mnjd sgt strategis sbg perpnjngn tangan bupati utk menyelsaikn persoalan kecil sebenarx tp berdampk besar bagi citra pemerinthan daerah. Sesuai tupoksi camat2 hrs mampu menylesaikn persosln ini dgn melakuln koordinsi dgn pemerintah desa. Ini mmg diperukn camat yg sensitif terhdp fenomena sosial yg terjd. Cari titik temu bersm misalx; setiap desa memiliki TPA, petugas kebersihan desa, pembelian mobil angkut sampah sekelas roda tiga-K**sar-, buat perda sampah desa, dll. Itulah pentgx bhw memilh camat itu tdk cukup utk menempti kursi camat an sich ttp diperlukan camat yg punya gagasan2, ide2 kreatif inovatif membangun wilayh," jelas Karyadin.

Dan respon dari aparatur di kantor Pemerintatahan Bolo pun menanggapi keberadaan sampah itu.

"Saya pak Nasaruddin pegawai camat bolo. insya allah lahan milik pemkab yang ada di dasa tambe untuk persiapan TPA Bima. Nanti posisi persisnya, di So Lante, Desa Tambe. Tanah eks jaminan Sekdes Rato dan kebetulan saya ikut terlibat di dlmnya," ujar pemilik akun Bunaya Naya. (RED)

Related

Pemerintahan 7984577434724454739

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item