Catatan Ringan Dirangkai Harapan untuk KPK

Add caption
Ilustrasi. GOGGLE/www.kompas.com

OPINI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadir tidak lain dimaksudkan untuk menjawab terpenuhinya tuntutan publik memangkas ke-gilaan praktek KKN di dua sektor utama yakni Pemerintah dan swasta. Manifestasi kongkrit pemberantasan korupsi yakni terwujudnya good gavernance and good coorporate gavernance.

Hazairin AR/FACEBOOK
Tidak bisa dibantah bahwa KPK merupakan produk dari reformasi di negeri ini. Kalangan reformis tanpa kecuali memiliki tanggung jawab moral yang tinggi menjaga marwah KPK agar terhindar dari kekeliruan dan kesalahan menggunakan kewenangan yang melekat padanya.

Kita mesti cermat bahwa proses rekruitmen Komisioner KPK melewati sejumlah tahapan panjang meski memang berakhir pada keputusan parlemen sebagai syarat akhir untuk diajukan kepada Presiden demi mendapatkan pengesehan. Dan selanjutnya, Komisioner KPK bisa menjalankan tugas, fungsi serta kewenangannya secara legal.

Komisioner KPK merupakan kumpulan orang-orang kredibel secara politik, setidaknya mereka imparsial dari hegemoni kepentingan politik, meski komisioner tidak bisa dinafikan memerlukan dukungan politik dan dukungan publik. Dukungan dalam arti memperkuat pelaksanaan tugas, fungsi serta kewenangan. 

KPK unggul jauh dari lembaga penegak hukum lain, seperti kejaksaan dan kepolisian di sektor pemberantasan dan pencegahan praktek korupsi. Dan untuk karenanya KPK mendapatkan kepercayaan publik.

Bahwa instrumen KPK dari tingkat penyelidikan, penyidikan, penuntutan adalah personil yang diambil dari institusi kepolisian dan kejaksaan yang dianggap oleh publik sebagai institusi hukum yang didugda dan dicurigai sebagai institusi yang korup, baik secara struktur maupun kultur.

Betata pun publik menikmati dan menyaksikan perayaan mereka ikut kampanye anti korupsi, lewat slogan dan simbol-simbol tulisan yang terpampang.

Kritik sejumlah pihak kepada kinerja KPK yang dianggap tebang pilih tidak lain memberi efek penguatan kepada institusi KPK. KPK sebagai penegak hukum khususnya Komisioner KPK se-dapat mungkin tidak terjebak pada ambisi politik kekuasaan demi menjaga imparsialitasnya.

Dalam kerangka kerja KPK sebagai penegak hukum, tidak dibenarkan mengabaikan prosedur hukum acara untuk menemukan bukti kebenaran materil sehingga KPK tidak ditampar dalam gugatan pra peradilan seperti kasus yang menimpa Komjen Pol Budi Gunawan.

KPK dalam menetapkan Tersangka tindak pidana korupsi maupun tindak pidana pencucian uang, tidak wajib seseorang dipanggil lebih dulu untuk diminta keterangan, barulah dibenarkan menetapkan tersangka. 

KPK mengerti betul bahwa kejahatan korupsi terorganisir, kadang para pihak yang terlibat tidak saling tahu dan mengerti bahwa suatu perbuatan adalah peristiwa pidana dan perbuatan melawan hukum. Pada titik itulah, kematangan penegak hukum KPK sejak tindakan investigasi hingga penyidikan/menetapkan seseorang tersangka benar-benar diuji kredibilitasnya.

Penegak hukum tanpa kecuali yang terjebak dengan persepsi publik adalah sebodoh-bodohnya penegak hukum. Bukahkah kebenaran penegakan hukum bersandar pada dua hal yakni alat bukti dan barang bukti? Lebih dari soal itu, memang Komisioner KPK dan Penyidik KPK wajib menjunjung tinggi aspek etik dengan menghormati hak-hak tersangka sebab dijamin oleh hukum.

KPK sebagai lembaga penegak hukum tidak dibenarkan secara etik membangun opini dan membentuk persepsi, itu bukan domain penegak hukum, kecuali mereka memang penegak hukum yang haus kekuasaan. Kehausan penegak hukum terhadap kekuasaan adalah pintu masuk para pemilik modal memporak-porandakan semangat dan cita luhur penegakan hukum yang berkeadilan.

Sekedar catatan penutup:

Keberanian dan keistiwaan Almarhum BAHARUDIN LOPA (Putra Bugis-Makassaar) sebagai pedang keadilan tanpa pandang bulu lantaran beliau tdak memberi ruang intervensi oleh siapapun sekalipun beliau harus mempertaruhkan nyawanya. 

Semoga negeri ini tdk kekurangan penegak hukum yang berjiwa selurus dan seluhur Almarhum BAHARUDIN LOPA. ***

Baca Juga:
Add caption

Related

Opini 1127012104749915006

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item