Tak Hanya Polisi, Keluarganya pun Diancam Oleh AQ. Soal Softgun pun Dipersoalkan


AQ pun dituntut dalam masalah kepemilikan Senjata Air Softgun yang diduga tidak memiliki izin. METROMINI/Dok
KABUPATEN DOMPU - Pengancaman yang dilakukan AQ (35), warga Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu terhadap sejumlah personel polisi yang berjaga di Mapoires Dompu, Rabu (28/6/2017) dini hari lalu, setelah diinterogasi, pelaku mengaku sengaja melakukan hal tersebut. 


Kondisi ini senada dengan yang disampaikan Wakapolres Dompu, Kompol Etek Riawan, SE, sebagaimana dilansir dari situs www.kabarkita.info.

Pelaku Pengancaman di Mapolres Dompu,
Rabu (28/6/2017) dini hari.
WhatsApp/Group Perbakin Bima
Menurut Wakapolres, setelah menanyai pelaku yang tengah diamankan di Mapolres Dompu. Dijelaskannya, AQ sengaja melakukan itu agar dia bisa mendapat perhatian. Dikutip lebih jelas dari pernyataan AQ, sambung Wakapolres, pelaku pengancaman ini juga bermaksud ingin ikut memberantas narkoba, obat-obatan psikotropika yang beredar di Bima dan Dompu,.

Dari sumber yang dihimpun Metromini, setelah melakukan pengancaman, diduga kondisi AQ dalam keadaan on (pengaruh narkoba-red). Namun, dari pengakuan Wakapolres Dompu mendengar pengakuan dari AQ pihaknya pun tak langsung percaya. 

"Tentang motif pengancaman yang dilakukan  oleh pelaku, karena ingin mencari perhatian dan ikut memberantas narkoba, tentu kami tidak dipercaya begitu saja," ucap Wakapolres, di Mapolres Dompu, Rabu (28/6/2017) kemarin, dikutip dari www.kabarkita.info.

Sambung Wakapolres, dirinya pun sempat mempertanyakan masalah yang dihadapi AQ pada kakak kandung AQ yang juga anggota polisi di Polres Dompu.

"Saya tanya kakaknya yang kebetulan anggota di sini, menurutnya, AQ lagi punya masalah dalam keluarganya. Dia (pelaku-red) bermasalah sama orang tuanya juga bermasalah dengan istrinya," ungkap
Waka.


Bahkan, sambung Wakapolres, sebelum kejadian di Mapolres Dompu itu, pelaku datang dan Bima bersama istni dan anaknya. Selama di perjalanan, dia selalu mengancam istri dan anaknya dengan mengatakan ingin membunuh mereka.

Lanjut dia, sampai di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, tiba-tiba pelaku menurunkan istrinya tengah malam di Madapangga. Kemudian, ia melanjutkan perjalanan ke Dompu bersama anaknya dengan menggunakan mobil Avanza yang kini menjadi barang bukti dalam kasus ini.

Diakui Wakapolres, istni pelaku kemudian menelpon kakak pelaku yang ada di Mapolres Dornpu dan mengabarkan tentang keadaannya. Kakak AQ pun kuatir pada keadaan istri pelaku dan keselamatan anaknya yang dibawa pelaku.

"Ternyata bukan hanya istri dan anaknya saja yang diancam pelaku. orang tua pelaku pun diancam sehingga pada saat kejadian pengancaman terhadap anggota polisi yang bertugas di Polres Dompu, orang tua dan kakak pelaku sudah ada di Mapolres Dompu," jelas Wakapolres.

Kini, sambung dia, pelaku (AQ-red) yang mengancam anggota polisi di Mapolres Dompu, oleh keluarganya pun dilaporkan kasus yang sama yaitu laporan polisi soal pengancaman.  Pihak keluarga AQ pun berharap agar pelaku diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Dan tak hanya masalah laporan pengancaman, AQ pun dituntut dalam masalah kepemilikan Senjata Air Softgun yang diduga tidak memiliki izin. Jika memang tidak ada ijinnya, pelaku juga akan dijerat dengan undang-undang darurat," tutup Wakapolres. (RED | WWW.KABARKITA.INFO)

Related

Politik dan Hukum 6728289668348048693

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item