Pemuda Asal Lambu Keluhkan Urus NPWP dan Administrasi Lain yang Berhari-hari Lamanya

Ansari Owen, pemuda asal Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima yang mengeluhkan lambannya pengurusan NPWP dan administrasi lainnya yang mengura tenaga dan kocek petani. FACEBOOK/Ansari Owen
KOTA BIMA -  Seorang pemuda asal Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima yang kini memilih menjadi petani bawang merah di desanya mengeluhkan lambannya penerpitan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) di kantor KPP Pratama Raba Bima. Menurut pemuda yang bernama Ansari Owen itu, kebutuhan ia mengurus NPWP sebagai syarat agar mendapat pinjaman Kredit usaha Rakyat (KUR) yang ada di BRI Cabang Sape. 

"Saat saya mengurus NPWP di Kantor Pajak di Kota Bima. Cukup lumayan kocek yang harus keluar dari kantong. Saya harus pulang pergi dari Lambu ke Kota Bima yang biasanya bisa seharian waktunya untuk mengurus NPWP. Saya kira sehari, ternyata bisa berhari-hari mengurus NPWP saat ini," ungkap dia, Kamis, 15 November 2018 lalu. 

Ia mengatakan, selain soal NPWP dan pelayanan yang mengecewakan saat ini. Kondisi atau nasib petani seperti di ambang kehancuran saja. Jika panen, harga bawang anjlok, jika dalam proses tanam, harga pupuk dan obat-obatan mahal,

"Kami sebagai petani sangat merasakan sekali mahalnya ongkos produksi. Sementara setelah panen, seolah bawang merah tak ada harganya. Petani selalu sering pada posisi yang rugi. Benar-benar nasib petani saat ini, tidak sama sekali ada keseriusan adanya perhatian dari pemerintah," tuturnya. 

Selain itu, kata dia, kembali soal pengurusan administrasi negara seperti KTP, KK maupun Akte Kelahiran sepertinya dipersulit dan lamban. Tak ada perubahan menuju pelayanan yang prima sejak dulu hingga sekarang. 

Tak ayal, bagi warga sepertinya yang berasal dari Kecamatan Lambu atau ujung timur Kabupaten Bima, merasa sangat berat jika tiap hari harus ke Kota Bima dan mengurus kebutuhan administrasi yang banyak menjadi syarat kehidupan saat ini. Dan paling sedikit, kata dia, uang yang harus dirogoh dari koceknya sebesar Rp150 ribu jika ada keperluan ke Kota Bima. 

"Mau mengurus KTP, KK maupun Akte sama saja berhari-hari. Bayangkan, kami harus pulang pergi dari Lambu ke Kota Bima. Tak hanya menguras tenaga, pikiran yang melelahkan karena antriannya yang lama. Setiap turun ke Kota Bima, minimal duit yang Rp150.000," ujar pemuda yang juga pegiat sosial di Kecamatan Lambu itu.

Ia menambahkan, penderitaan lainnya yang ia rasa saat mengurus NPWP di Kantor KPP Pratama beberapa Raba, Kota Bima. Menurutnya, syarat adanya NPWP untuk bisa melakukan pinjaman BRI menjadi satu kesusahan tersendiri baginya. 

"Ngurus NPWP sebagai syarat wajib agar mendapat pinjaman KUR BRI untuk petani ini yang membosankan mengurusnya. Bayangkan, kami petani di Lambu harus bolak-balik ke Kota Bima untuk mengurus NPWP agar dapat pinjaman KUR," ucap alumni STKIP Kota Bima itu.

Diakuinya, saat mengurus NPWP di Kantor KPP Pratama, dia kira hanya sebentar saja, karena semua pengurusan administrasi bagi kantor vertikal seperti KPP Pratama Raba sudah online atau praktis pelayanannya. Namun, dugaannya itu meleset. Kata dia, mengurus NPWP di Kantor Pajak, berhari-hari lamanya.

"Saya kira kantor vertikal seperti kantor pajak akan lebih cepat memberikan pelayanan seperti penerbitan NPWP. Ternyata sama juga, berhari-hari saya mengurusnya. Sungguh sangat menguras tenaga, pikiran dan anggaran setiap harinya harus bolak-balik Lambu ke Kota Bima," tukasnya. 

Ia berharap, kehadiran negara yang harus hadir menjamin hak hidup dan pelayanan yang mudah serta prima belum dirasakan secara maksimal khususnya pagi kaum petani. 

"Kami sangat berharap, pelayanan bisa lebih dekat lagi di masyarakat. Agar beban hidup rakyat yang sudah seperti kami para petani ini, tidak direpotkan dengan habisnya anggaran dan tenaga hanya untuk mengurus NPWB yang berhari-hari lamanya," pungkas dia. 

Di sisi yang berbeda, kantor KPP Pratama Raba-Bima, masih dikonfirmasi terkait dengan lambannya penerbitan NPWP sebagaimana yang dikeluhkan pemuda asal Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima itu. (RED)

Related

Pemerintahan 3272247510122445217

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item