Baru Jadi Kepala Subsektor, IPDA M. Sofyan Bersama Bhabinkantibmas Bantu Janda Miskin di Wadu Kopa

Kepala Subsektor Soromandi IPDA Muhammad Sofyan, S.Sos bersama Bhabinkantibmas Desa Wadu Kopa memberikan bantuan kepada Ina Dijo, Warga Desa Wadu Kopa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Kamis, 24 Januari 2019. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Di sosial media, namanya tak begitu asing bagi para pengguna Facebook. Sudah mendapat penghargaan dari Polda NTB sebagai pemilik akun terviral atas kegiatan sosial yang dilakukannya saat bertugas di Polres Dompu. Alumni SMAN 1 Kota Bima pasca sekolah perwira yang dilaluinya dan kini baru saja di tempatkan sebagai Kepala Subsektor Soromandi, jiwa sosial IPDA Muhammad Sofyan, S.Sos masih saja terlihat. 

Tak ayal, dalam tugasnya yang baru saja sekitar se pekan lamanya menjabat Kepala Polisi Subsektor Soromandi. Bersama Bhabinkantipmas Desa Wadu Kopa Brigadir Iwan Setiawan. perwira muda kelahiran Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima itu mengunjungi sebuah rumah milik janda miskin yang hidup dengan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental di Desa Wadu Kopa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Kamis, 24 Januari 2019 lalu. 


Sofyan mengungkapkan, rumah miskin yang dikunjunginya bersama dengan Bhabinkamtibmas Desa Wadukopa Brigadir Iwan letaknya di Dusun Mangge Ule, Desa Wadu Kopa. Saat ke rumah Ibu Hadijah atau Ina Dijo (65), Pyan mengaku didampingi pula oleh Kepala Dusun Mangge Ule dan tokoh masyarakat se tempat. 

"Kami mengunjungi seorang janda miskin bernama Ina Dijo atau Hadijah yang sekarang umurnya 65 tahun. Ina Dijo ini, hidup dengan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental, Nama anaknya biasa dipanggil Teti (35)," ucap Sofyan, Jum'at, 25 Januari 2019. 

Dalam lawatannya ke rumah janda miskin itu, Dia membawakan sedikit bantuan berupa sembako dan uang untuk berobat Ina Dijo yang sudah lama mengalami sakit pada matanya. Hidup Nene Dijo bisa dibilang dalam kadaan di bawah garis kemiskinan. Jarang mendapat perhatian dan hidup berdua dengan anaknya hanya bermodal sabar dan tawakal atas takdir Tuhan yang mereka hadapi saat ini. 

"Sungguh menyedihkan jika melihat kehidupan Ina Dijo dan putrinya ini. Tidak ada perhatian. Rumah yang ditempati hanya berukuran 2,5 x 2 meter dan sangat tidak layak huni," ucap dia.

Ia mengisahkan, sehari-harinya, Ina Dijo dan anaknya tidur tidak menggunakan alas, karena mereka tak mampu membeli kasur atau tempat tidur yang layak untuk digunakannya. Tak ada penghasilan dan hidup keduanya bergantung sungguh dari kebaikan sanak famili dan warga masyarakat atau tetangganya. 

"Kami harap agar orang-orang seperti ini dapat diperhatikan oleh Pemerintah. Bantulah mereka, sudah menyandang janda, kondisinya tua renta, anaknya mengalami keterbelakangan, tidak ada penghasilan. Mohonlah kiranya pemerintah bisa melihat keadaan mereka," imbuh alumni kelas bahasa saat SMA itu. 

Diakuinya, bantuan sembako yang dibawanya, tidak seberapa dibanding keadaanya Ina Dijo yang sangat papa dan miskin saat ini. Tapi, ungkap dia, minimal, sembako hasil jerih payahnya bersama Bhabinkantibmas Wadu Kopa bisa menutupi kekurangan yang walau tak seberapa lama untuk menalangi kebutuhan hidup Ina Dijo dan anaknya saat ini. 

"Sembako bantuan ini dibeli dari rejeki atau gaji saya dan Bhabinkantibmas Wadu Kopa yang sengaja kami sisihkan untuk membantu sesama yang keadaannya sangat susah dan miskin. Walau tak seberapa, semoga semua mendapat balasan dan pelajaran untuk tetap peduli atas sesama, lebih-lebih yang miskin dan sangat membutuhkan bantuan kita semua," tandas pimilik akun Facebook Phian Bharaduta itu. (RED | ADV)

Related

Pemerintahan 1032759833073386474

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item