Warga Desa Lanta Barat Berbondong-bondong ke Mapolsek Lambu

Warga asal Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima berbondong-bondong mendatangi Mapolsek Lambu, Jum'at, 25 Januari 2019 malam. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Warga di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima secara berbondong-bondong mendatangi Mapolres Lambu, Jum'at, 25 Januari 2019 malam. Kedatangan warga memprotes atas kejadian yang dialami salah seorang pemuda di desa setempat yang sempat diduga ditembak oleh aparat kepolisian saat maghrib tadi. 

Seorang warga mengungkapkan, di waktu Maghrib, tiba-tiba terdengar suara tembakan di Desa Lanta Barat. Setelah ditelusuri ternyata aparat Kepolisian sedang membekuk salah seorang pemuda bernama Faisal yang tersangkut kasus dugaan tindak pidana sekitar satu tahun yang lalu.

"Awal masalah ini, saat maghrib tadi ada aparat kepolisian yang turun di Desa Lanta Barat dan ingin menangkap seorang pemuda bernama Faisal. Kabarnya, pemuda ini tersangkut kasus dugaan tindak pidana sekitar setahun yang lalu," ujar Sumber Metromini, malam ini.

Kata Sumber, saat menangkap Faisal, informasi yang dihimpun dari masyarakat, Faisal sedang ingin berangkat sholat Maghrib berjamaah. Dan kabarnya, akhir-akhir ini, Faisal sudah berubah dan kejadian yang menyebabkannya diuber oleh aparat adalah kenakalannya di masa lalu atau kejadian sekitar setahun yang lalu. 

Selain itu, sambung Sumber yang juga seorang ASN tersebut, saat penembakan di waktu maghrib membuat suasana ketakutan yang dirasakan oleh para orang tua yang ada di Desa Lanta Barat yang sedang ingin berangkat sholat berjamaah. 

"Karena kegaduhan saat penangkapan Faisal dengan menembakkan senjata api, membuat kepanikan dan masyarakat yang menilai Faisal sudah berubah tidak menerima cara yang dilakukan oleh aparat keamanan saat penangkapan maghrib tadi," jelas dia. 

Akhirnya, lanjut dia, warga yang tidak terima, terutama keluarga Faisal mendatangi secara berbondong-bondong kantor Mapolsek Lambu untuk memprotes cara aparat kepolisian yang menembakkan senjata tidak mengenal waktu masyarakat ingin melaksanakan sholat maghrib berjamaan.

"Selintas informasi yang dihimpun dari pengakuan warga seperti itu. Warga kecewa dengan ditembaknya Faisal yang menurut warga sudah berubah, apalagi saat itu Faisal ingin pergi sholat ke Masjid. Dan kehadiran warga menuntut cara aparat kepolisian yang dinilai berlebihan saat menangkap pemuda di Desa Lanta Barat," papar dia. 

Di sisi lainnya, Kapolres Lambu yang coba dihubungi belum berhasil untuk dikonfirmasi, Demikian pula dengan pihak Polres Bima Kota, masih dikonfirmasi lanjut terkait keadaan di Kecamatan Lambu yang sempat memanas malam ini.

Menurut Dandim 1608/Bima Letkol. Inf Bambang Kurnia Eka Putra mengatakan, kondisi kehadiran warga asal Desa Lanta Barat ke Mapolsek Lambu akhirnya berujung dengan keadaan yang aman dan saat ini situasi sudah kembali normal seperti sedia kala. (RED)

Related

Kabar Rakyat 6900043938354915739

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item