Ini Curhatan Nakes, Hingga Berujung Aksi Minta Ganti Kadis Kesehatan

Aksi demo para Nakes depan kantor Dikes Kota Bima, Kamis (6/8/2020) dan sosok Kepala Dikes Kota Bima, Drs. H. Azhari. METEROmini/Dok


KOTA BIMA - Seorang Tenaga Medis (Nakes) di salah satu Puskesmas (PKM) di Kota Bima mengungkap terkait kisah Virus Corona yang mempapar puluhan Nakes belum lama ini. Ia mengaku, saat ujian para Nakes menjadi pasien positif Corona. Banyak kejanggalan dan keadaan yang menyudutkan para Nakes dari implementasi sistim dan kebijakan pimpinan terkait terhadap masalah ini.

"Saya akan ceritakan keadaan yang terjadi dan yang dialami oleh para Nakes yang dinyatakan positif Corona di Kota Bima. Tapi, mohon nama saya tak diungkapkan ke siapapun," terang Nakes ini kepada METEROmini, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Ia menceritakan, awal musibah ini terjadi saat seorang dokter wanita yang bekerja di PKM Paruga ternyata terpapar Corona dari suaminya yang kerja di BKD Kabupaten Bima. 

"Setelah dokter wanita di PKM Paruga ini tahu suaminya terpapar Corona. Inisiatif Kepala Puskesmas ingin melakukan Rapid Tes terhadap ratusan pegawai yang ada. Karena memang protapnya demikian," terangnya.


Kata dia, keinginan Rapid Tes ini, sempat mengalami tarik ulur antara pihak PKM dan Dinas Kesehatan.  Akhirnya, para Nakes dan Kepala PKM tetap melakukan Rapid Tes secara sepihak.

"Dan setelah Rapid Tes dilakukan. Ada 46 pegawai di PKM Paruga yang dinyatakan Reaktif. Dan berlanjut hingga dilakukan tes swab," kata dia.


Diakuinya, setelah diketahui reaktif, 46 orang mulai melakukan karantina mandiri di PKM Paruga. Hingga menunggu hasil tes swab dari Tim Gugus Tugas Pemprov NTB maupun Tim Covid 19 Kota Bima.

"Saat hasil tes swab keluar. Dari 46 orang, dinyatakan yang positif Corona ada 25 orang. Dan kembali para nakes ini melanjutkan karantina mandiri di PKM. Sementara yang negatif lanjut karantina mandiri di rumahnya hingga 14 hari," jelasnya.

Diakuinya, setelah 25 orang yang diketahui positif Corona dari hasil informasi yang diterima pihak PKM Paruga. Para Nakes ini masih menunggu rilis resmi yang akan dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas. 
Sementara, mereka tetap dikarantina di PKM, kendati keadaannya tak ada tindakan dan perawatan sesuai dengan protap Covid 19. 

"Informasi yang diterima pihak PKM Paruga sesuai hasil tes swab ada sebanyak 25 orang yang positif. Dan informasi ini juga masih dikonfirmasi dengan menunggu rilis resmi Tim Gugus Tugas NTB. Saat itu, tidak ada tindakan kepada para Nakes hanya murni karantina saja dan belum ada dokter yg stand by di sana," kisahnya.

Ia melanjutkan, saat rilis Tim Gugus keluar, ternyata yang positif Corona hanya ada nama 12 orang dari 25 Nakes yang sedang dikarantina. Saat itu pun dari Dinas Kesehatan mulai membuat SK Tim Covid. Di PKM Paruga pun sudah ditentukan ada perawat jaga untuk keberadaan pasien Corona yang rata-rata pekerja di sana. 

"Hasil rilis resmi hanya mengeluarkan nama yang positif dari 25 orang yang dikarantina di PKM Paruga 12 orang saja. Mulai terjadi polemik, saat 13 orang yang tak ada namanya dalam rilis, ada yang datang menjemput dari pihak Dikes untuk dipulangkan. 13 orang ini rencananya akan lanjut dikarantina mandiri di rumahnya, masing-masing," jelasnya.

Kata dia, saat itu, yang mau dipulangkan itu memang didominasi oleh PNS. Sementara yang ingin dikarantina lanjut di PKM sebanyak 12 orang itu kebanyakan pegawai sukarela tapi di dalamnya termasuk nama Kepala PKM, Kepala TU dan Bendahara PKM Paruga.

"Karena protes dan ribut. Semuanya sepakat lanjut dikarantina di PKM dan tak ada yang pulang ke rumah," terang dia.

Diakuinya, di pagi hari setelah pengumuman nakes di PKM Paruga dinyatakan resmi terpapar Corona. Ada Tim Covid yaitu perawat yang diambil dari PKM lainnya yang datang dan hendak jaga di PKM Paruga. Dan saat itu, memang pelayanan di PKM Paruga sudah ditutup.

"Oleh Kepala PKM, kehadiran para perawat jaga itu pun dipulangkan. Karena mereka datang tak lengkap dengan APD dan kondisi di PKM Paruga keadaannya masih tak sesuai dengan protap Covid 19," jelasnya.

Diakuinya, saat itu pun dari pihak Dikes Kota Bima karena ada 3 warga biasa dan seorang dari PKM Mpunda yang dinyatakan positif dan mau dibawa ke PKM Paruga. Para nakes memang menolak bersama degan Kepala PKM.

"Alasan penolakan ini, karena mereka sudah melaksanakan karantina mandiri yang mendekati batas akhir bisa dipulangkan. Dan kehadiran 4 pasien yang telah dinyatakan positif Corona tentu mengancam keberadaan mereka terpapar lagi. Dan protes ini pun berhasil, 4 orang ini akhirnya di karantina di rumahnya masing-masing," jelasnya.

Selanjutnya, keberadaan 25 orang yang dikarantina  selama 14 hari tak ada gejala yang menjurus atau bergejala sebagai pasien Covid. Mereka pun dipulangkan utk isolasi mandiri. Hal ini bisa dibenarkan atas ketentuan yang ada di Pedoman Covid 19 Revisi 5.

"14 hari telah dikarantina dan tak ada gejala terpapar atau alami gejala Corona. Sesuai Pedoman Covid 19 Revisi 5, mereka bisa dipulangkan. Dan pihak Dikes Kota Bima pun menerbitkan surat untuk pemulangan para nakes ini," terangnya.

Diakuinya, isu yang beredar dan yang disampaikan pihak Dinas Kesehatan bahwa Nakes di PKM Paruga tak bisa diatur sebenarnya tidak begitu adanya. Dan ia menduga ada yang sengaja mau disembunyikan oleh pihak dinas dan tak melakukan protap sebenarnya saat ada yang positif Corona.

"Buktinya ada seorang yang positif Corona di PKM Mpunda, kenapa tak ada tracking dan dilakukan Rapid Tes terhadap semua pegawai di sana hingga saat ini," pungkasnya.

"Di RS Kota Bima juga ada Nakes yang positif Corona. Yang lama ada 3 orang Nakes dan yang baru-baru ini ada 3 orang Nakes lagi," tambahnya menegaskan.

Dan sebenarnya, kata dia, demonstrasi yang dilakukan oleh para Nakes ini bentuk akumulasi kekecewaan atas kebijakan pimpinan di Dinas Kesehatan Kota Bima selama ini.

Pihaknya menuntut perubahan kepemimpinan karena memang dalam pandangan para nakes selama ini banyak masalah dan kejanggalan dalam pelayanan kesehatan yang terjadi di Kota Bima.

"Kemungkinan hari Senin (10/8/2020) depan, akan kembali digelar aksi para Nakes. Kami aksi dalam bentuk solidaritas atas yang dialami 25 Nakes di PKM Paruga yang tak diperhatikan pemerintah saat dikarantina," ujarnya.

"Walau infonya, sudah ada ancaman yang datang ke masing-masing PKM yang akan menindak tegas jika masih ada yang turun demo lagi. Dan kami akan terus berjuang hingga ada perubahan kepemimpinan di tubuh Dikes Kota Bima saat ini," tegasnya menambahkan saat wawancaranya bersama METEROmini. (RED)

Related

Pemerintahan 4069178898879956256

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item