Proyek IPAL Dikeluhkan, Beberapa Fasilitas di RSU Sondosia Rusak

Proyek Pekerjaan IPAL di RSU Sondosia.METEROmini/Dok

KABUPATEN BIMA - Pekerjaan Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RSU Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dikeluhkan Pihak rumah sakit. Dari kegiatan itu, beberapa Fasilitas dimiliki RSU, semacam Pipa Air dan Kabel Wifi rusak dan tidak bisa berfungsi lagi. 

Dari informasi Kasi Humas dan Hukum RSU Sondosia Anwar SH, akibat dari pekerjaan itu, pipa aliran air dan Wifi di lantai II tidak berfungsi lagi. 

"Sudah sepekan di lantai II tidak ada air dan wifi tidak dapat digunakan karena putus akibat kegiatan IPAL," jelasnya Kamis (17/9/2020).

Kata Anwar, pada pelaksanaan proyek ini,  seharusnya pihak rumah sakit diberi tahu kegiatan tersebut, agar informasinya bisa dijelaskan ketika ada warga yang mempertanyakan. 

"Saya tidak tahu apa - apa soal proyek ini, mestinya selaku Humas harus tahu, sehingga sewaktu - waktu dapat menjawab pertanyaan publik, termasuk wartawan," akunya.

Sambungnya, pihaknya sudah pernah memanggil pihak pelaksana untuk perbaiki fasilitas rumah sakit. Tapi oleh pelaksana tidak pernah bertanggung jawab.

"Pihak pelaksana sudah dipanggil untuk memperbaiki pipa air dan kabel wifi. Tapi tidak ada respon yang baik, hingga saat ini masih berantakan," ungkapnya.

Diakuinya, diri tidak pernah diinformasikan mengenai proyek tersebut, baik itu pekerjaan maupun anggaran dipake pada kegiatan itu. 

"Proyek ini ibarat siluman karena sedikit pun tidak diketahui, baik masalah anggaran maupun lainnya," akunnya.

Terpisah, Direktur RSU Sondosia, dr. Yulian Averos, membenarkan beberapa fasilitas rumah sakit rusak akibat dari pekerjaan proyek itu. Bahkan pihaknya sudah panggil pelaksananya. 

"Kami sudah memanggil pihak pelaksana, namun pipa air dan kabel wifi belum diperbaiki," bebernya.

Diakuinya, proyek tersebut melalui terobosan tahun 2019 lalu. Saat itu pihaknya meminta langsung pada Wakil Gubernur NTB mengingat IPAL yang ada tidak memenuhi syarat.

"Sebenarnya IPAL sudah ada, tapi karena tidak dapat dioperasikan, terpaksa saya coba meminta anggaran dan alhamdulillah di ACC," akunya.

Ditanya soal anggaran dan siapa pelaksana, dirinya bungkam karena tidak ada papan informasi sebagai acuan.

"Saya sempat ketemu dengan pihak pelaksana, tapi tidak mengetahui siapa namanya, termasuk alur kegiatan," tutupnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) masih diupayakan untuk dikonfirmasi. (RED)

Related

Kabar Rakyat 8557148637259550458

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item