Pembunuh Said Bante, Putra Kandungnya, Pelajar Kelas 3 SMA



Almarhum Said alias Said Bante alias Said Baba La Beda (49) yang meninggal dibunuh putra kandungnya sendiri. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Kejadian pembunuhan terhadap ayah kandung yang disampaikan warga (Siti Dije) di Dusun Ndora, Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima disampaikan rilis peristiwanya oleh pihak Polres Bima.


Menurut Babinsa setempat mengungkapkan, meninggalnya Said alias Said Bante alias Said Baba La Beda  (49) saat tiba di Puskesmas Woha, Desa Tente, Kabupaten Bima. Almarhum sempat dibawa dengan menggunakan Mobil Ambulan. 

Pelaku (Kmr), siswa kelas III, yang juga anak kandung
korban. METROMINI/Dok
Kata dia, diketahui korban merupakan warga asal Dusun Bante, Desa Tente yang berdomisi di Desa Samili, Kecamatan Woha. Korban meninggal dunia karena mengalami luka tusuk benda tajam di bagian dadanya.

"Korban meninggal pada pukul 17.36 WITA (Jum'at, 2 Juni 2017)," ungkapa TNI itu yang enggan menyebutkan namanya.

Dia menjelaskan kronologis kejadian itu. Kata dia, setelah dilakukan pengambilan keterangan dari warga, korban diketahui bertengkar dengan istri keduanya di rumah korban (di Desa Kalampa). 

"Entah apa penyebabnya. Tiba-tiba, anak kandung korban mengambil belati dan menusuk korban tepat di bagian dada. Dan setelah melakukan penusukan, pelaku melarikan diri dan korban dibawa oleh anaknya yang keua ke Puskesmas Woha," ujar tentara itu.

Ditambahkannya, pelaku ini merupakan putra ketiga dari korban. Inisial pelaku adalah Kmd dan masih berusia 17 tahun dan saat ini masih kelas 2 dan berstatus pelajar di  SMA Negeri 2 Woha.

Diakuinya, sementara ini pihak anggota berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Polres Bima sedang menenangkan pihak keluarga dari istri pertama korban yang ada di Desa Tente, Kecamatan Woha.

Kata dia, korban juga memiliki putra yang bertama dan merupakan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang saat ini sedang bergabung dengan satuan tugas Tinombala Poso. Kabarnya, anak sulung korban akan datang ke Bima untuk ikut mengebumikan ayahnya, yang diagendakan akan digelar besok, Sabtu, 3 Juni 2017.

"Putra pertama korban yang pertama bernama Serda M. A. Fandi. Dia adalah Pers Grup-1 Kopassus,. Dan saat ini sedang tergabung dalam Satgas Tinombala Poso. Kabarnya anaknya ini akan datang ke Bima untuk melihat kondisi Ayahandanya yang terakhir kalinya," tutup Sumber. (RED)

Related

Politik dan Hukum 5916196875147307663

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item