7 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Kakek di Timu-Bolo Butuh Perhatian Pemda

Kondisi tempat tinggal kakek Muslim di Rt 04, Rw 02 Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.METEROmini/Dok


KABUPATEN BIMA - Penanganan kemiskinan di wilayah Kabupaten Bima belum  teratasi sepenuhnya oleh Pemerintah dan Dinas terkait. Contoh, seorang kakek bernama Muslim (56) Di Rt 04, Rw 02 Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima yang sudah 7 tahun hidup sebatang kara di gubuk Reyot berukuran 1x1 meter.

Seorang warga setempat bernama Maryati menceritakan, kehidupan kakek  cukup memprihatikan, selama 7 tahun kakek yang biasa disapa Ori Sile hanya tidur dan makan ditempat yang sederhana.

"Sudah 7 Tahun Ori Sile (Mursalim) hidup seorang diri digubuk reyot milik ini, dengan ukuran 1 meter," jelas Kamis (3/6/2021).

Kata dia, Dengan umurnya saat ini, kakek tersebut sangat membutuhkan uluran tangan dari warga, Pemdes dan Pemerintah Kabupaten Bima. Selama 7 tahun, Kakek Muslim hanya tidur beralasan kasus apa adanya.

"Tempat tidur dengan kasur yang sudah berjamur. Berhadapan dengan kasur terdapat beberapa alat masak juga makan, seperti gelas, sendok, piring, periuk juga wajan. Dinding gubuk hanya dilapisi kain juga sarung yang tidak layak pakai. Atap gubuk tak kalah memprihatinkan, sebagian seng hilang dan berlubang bahkan bocor ketika hujan," ungkapnya.

Dengan segala keterbatasan, Kakek muslim,  hanya bisa pasrah dalam menikmati hidupnya.

"Keterbatasan ekonomi membuatnya tetap bertahan tinggal di gubuk ini. Siapa saja yang melihatnya menjadi iba. Untuk mencukupi kebutuhan perutnya, setiap harinya Ori Sile biasanya membantu menjaga kandang ayam juga membantu mengambil rumput untuk makanan ternak milik orang-orang disekitar tempat tinggalnya. Apapun dilakukan oleh Ori Sile asalkan bisa menghasilkan uang untuk kebutuhannya sehari-hari," terangnya. (RED)

Related

Kabar Rakyat 160185379387163420

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item