API Tuding Proyek Air Bersih di Monggo, Memicu Keresahan Petani

Ketua Umum Aliansi Perjuangan Integritas (API) NTB, Sudirman alias Topan (yang menunjuk tangan) saat menggelar audensi dengan manajemen PDAM Bima, FOTO: Dedi Irawan/METROMINI
KABUPATEN BIMA – Ketua Umum Aliansi Perjuangan Integritas (API) NTB, Sudirman alias Topan saat menggelar audiensi dengan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bima di Kelurahan Lewirato, Kota Bima, Selasa (10/1/2017) siang tadi mengkritisi keberadaan Proyek Air Bersih di Desa Monggo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima.

Menurut Topan, kehadiran proyek air bersih yang sedang dilakukan sejak tahun 2016 lalu itu, sudah mengganggu keberadaan debit air bagi petani di kawasan setempat.

Diakuinya, proyek itu pun menuai masalah dalam proses pelaksanaannya. Kata dia, hingga tahun 2017 ini, proyek tersebut tak kunjung selesai-selesai juga.

“Masyarakat di lingkar dilaksanakannya proyek air bersih di Desa Monggo ini sudah sangat resah. Rata-rata pemilik lahan tani di sana mengeluh soal kelancaran air di sawah-sawah yang ada. Sampai hari ini pun proyek tersebut belum ada titik kejelasan,” tuding dia di kantor PDAM Bima, Selasa (10/1/2017) siang tadi.

Kepada pihak PDAM khususnya perwakilan PDAM di Kecamatan Madapangga, Topan meminta harus segera turun tangan dan kalau bisa proyek tersebut harus di berhentikan. Jangan sampai, penanggung jawab teknis pemerintah dalam hal ini PDAM Bima sengaja membiarkan masalah ini dan tidak mau mencari solusinya.

“Jika PDAM apatis soal masalah ini, sama halnya membiarkan warga untuk melakukan tindakan hukumnya sendiri. Dan selaku Kepala PDAM di Madapangga (Inisia H.M) yang diduga mengepalai proyek tersebut, dipecat karena rasa kepercayaan masyarakat tidak lagi simpatik pada sosok itu,” klaim dia.

Lanjut lanjut Putra Asli Desa Ngali, Kabupaten Bima itu menegaskan akan mengambil tindakan hukum bersama para warga, jika pemerintah masih memandang masalah ini sebelah mata.

“Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk mulai menelusuri keberadaan proyek air bersih di Desa Monggo, Kecamatan Madapangga. Proyek tersebut ‘bau busuk’ diduga kuat sarat dengan masalah yang banyak,” ungkap Aktivis era tahun 1998 di Ibukota itu.

Dia pun menjelaskan, proyek tersebut sudah berjalan kurang lebih satu semester lamanya. Setelah ditelusuri, sumber proyek berdasarkan anggaran yang ada dari APBD Propinsi NTB. Namun, macetnya operasional proyek yang tak kunjung selesai ini, jelas berpengaruh pada kondisi lahan pertanian warga.

“Sudah enam bulan berjalan, keadaan progres pekerjaannya secara kasat mata mungkin baru 50% saja. Kami minta agar diberikan solusi yang cepat sifatnya, untuk kelancaran air pertanian di sana. Jika tidak, kami akan membuat kelancaran instabilitas jika pemerintah hanya dengar masalah dan tidak segera mau bekerja,” tegas pemuda yang dikenal lantang dalam bertutur katanya itu. (RED)

Baca Juga: 

Related

Politik dan Hukum 3389754925793656359

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Iklan

 


Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item