Bantuan Anggaran Mahasiswa Magister di Pemkot Bima Sangat Rendah

Ilsutrasi. GOOGLE/Image
KOTA BIMA - Geliat Gubernur NTB dan Wakilnya dalam menjanjikan Bumi Gora yang gemilang bukan hanya isapan jempol semata. berbagai terobosan program khususnya di bidang investasi sumber daya manusia dan pendidikan benar-benar direalisasikan. Pasalnya, puluhan mahasiswa setelah membangun kerjasama di sejumlah kampus di luar negeri sudah mulai diberangkatkan untuk mengenyam pendidikan di sana. 

Namun, semangat sosok Gubernur NTB dan Wakilnya Zulkieflimansah-Sitti Rohmi Djalilah yang dilantik oleh Presiden Jokowi sejak 19 September 2018 lalu itu ternyata tidak berbanding lurus dengan penyediaan kebijakan yang ada di level Pemerintah Kabupaten/Kota khususnya di Pemkot Bima. Pasalnya, sejak kepemimpinan Kepala Daerah sebelumnya hingga kepemimpinan baru Wali Kota saat ini, masih menuai cerita kusam para calon magister yang mengais beasiswa atau bantuan pendidikan di kantor yang sedang di nahkodai oleh H. M. Lutfi dan Wakilnya Feri Sopyan saat ini. 

Seorang mahasiswa asal Kota Bima yang sedang melanjutkan studi pasca sarjana di Makassar--sebut saja namanya Um mengatakan, saat pemerintahan Wali Kota yang sebelum ini (H. Qurais, red) dirinya pernah mengajukan proposal permohonan beasiswa untuk lanjut S2. 

"Saat itu saya sudah diterima di Unhas. Dan sudah mengurus berkas atau administrasi untuk bahan pengajuan bantuan di kantor Pemkot Bima. Namun, oleh pegawai di sana karena alasan telat sudah mau akhir tahun harus diajukan pada bulan Januari di tahun berikutnya," kisah dia, Selasa, 5 Februari 2019.

Kemudian, sambung dia, di tahun selanjutnya, tepat di bulan Januari 2018, ia mengajukan kembali berkas permohonan dukungan bantuan tersebut. Kata dia, berkas tersebut sempat diterima dan dilakukan verifikasi oleh pihak Pemkot Bima. 

"Namun akhirnya, proposal itu pun ditolak dengan alasan karena orang tua saya berstatus PNS. Padahal yang diajukan adalah permohonan prestasi bukan beasiswa tidak mampu. Dan juga saat itu, kebetulan syaat untuk dapat beasiswa prestasi dengan IPK 3.92 memenuhi persyaratan yang ada," jelasnya. 

Ia pun menyinggung tentang dugaan diskriminasi yang terjadi atas bantuan dana pendidikan di kantor Pemkot bima. Dan diduga seorang anak PNS lainnya bisa mendapatkan beasiswa tidak mampu. Diduga yang mendapatkan bantuan anak seorang PNS yang memiliki hubungan dengan pejabat dan bau korupsinya sangat menyengat.

"Jika saya karena alasan orang tua saya PNS, kenapa ada pihak lain yang orang tuanya juga seorang PNS bisa mendapatkan bantuan tersebut. Memang, bau KKN birokrasi di Kota Bima bukan lagi rahasia. Dan pantas saja, putra-putri Kota Bima yang berprestasi jarang mau kembali mengabdi di tanah kelahiran mereka sendiri," cetus dia. 

Dia menceritakan, rekan kuliahnya yang pasca sarjana di Unhas saat ini, pengakuan mereka tetap mendapat bantuan dari Pemda asal daerah atau tempat kelahirannya. Nilainya bervariatif tapi bentuknya rata-rata puluhan juta. 

"Sempat diskusi dengan teman-teman mahasiswa pasca sarjana dari daerah lain. Mereka tetap dapat bantuan dari Pemda asalnya. Rata-rata nilai bantuan yang terima sekitar Rp30 juta per tahunnya untuk beasiswa pasca sarjana atau S2," tandasnya. 

Ia berharap, ke depan, pihak Pemerintah Daerah di Bima bisa lebih peduli dengan mengalokasikan anggaran pendidikan bagi generasi muda lokal yang berprestasi yang selanjutnya akan menjadi pelaku pembangunan di masa depan daerah Bima nanti. 

"Kalau bukan generasi Bima sekarang, lantas siapa yang akan membangun daerah dan tanah kelahiran kita ini. Kami sangat senang dengan terobosan Gubernur. Dan langkah investasi SDM dengan memberikan beasiswa putra Bumi Gora ke Luar Negeri adalah langkah awal yang pasti dalam mewujudkan NTB yang Gemilang di masa mendatang," pungkas wanita lulusan Cum Laude itu. 

Di sisi yang berbeda, pihak Pemkot Bima masih dikonfirmasi terkait bantuan untuk para mahasiswa pasca sarjana yang mengeluh adanya diskriminasi dan minimnya anggaran selama ini. (RED)

Related

Pendidikan 4597022169823312536

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

 


SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item