Petani Desa Palama dan Rora-Donggo, Nihil Bantuan Bibit Jagung Dari Pemerintah

Ilustrasi nihilnya bantuan bibit jagung di Desa Palama dan Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Ada dua desa di Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima yaitu Desa Palama dan Desa Rora, menurut pengakuan warganya belum mendapatkan bantuan bibit jagung sebagaimana yang telah diterima banyak petani di desa-desa lainnya. 

Seorang pemuda darah Donggo, Gufran, S.Pdi mengungkapkan, setelah dilakukan pencatatan jumlah petani yang ada di Desa Palama maupun di Desa Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Setelah pengecekan yang dilakukan pada semua desa yang ada. Dipastikan, petani di Desa Palama dan Desa Rora belum sama sekali mendapatkan bantuan bibit jagung sebagaimana yang terjadi di desa-desa lain. 

"Kalau di Kecamatan Donggo, petani yang belum sama sekali mendapat bantuan bibit ini yaitu yang di Desa Palama maupun di petani yang ada di Desa Rora. Padahal, para petani sudah terhimpun dalam Kelompok Taninya masing-masing dan telah dilakukan survey pemberian bantuan oleh PPL dari Dinas Dispertapa Kabupaten Bima," ungkap Caleg Partai Nasdem itu, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani

Pernyataan tokoh pemuda Donggo itu pun senada dengan yang disampaikan Ketua Kelompok Tani (Koptan) di Desa Palama, Muhtar. Menurut warga asal RT. 05/01, Dusun Palama itu mempertanyakan alasan dari pihak Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Pertanian, Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertapa) Kabupaten Bima tentang nihilnya bantuan bibit jagung di desa mereka. 


"Kami di Desa Palama mempertanyakan, apa alasan pihak pemerintah sehingga menganaktirikan petani di Desa Palama hingga tidak ada sama sekali bantuan bibit jagung yang diberikan," ujar dia via ponselnya, Kamis kemarin. 

Menurutnya, memasuki musim tanam saat ini maupun bantuan yang telah diterima oleh petani di desa lainnya. Cara kerja pemberian bantuan oleh pemerintah baik tingkat pusat dan daerah sangat diskriminatif dan tidak adil,

"Kalau desa-desa lain, para anggota kelompok taninya mendapat bantuan bibit jagung, Apakah Desa Palama sudah keluar dari wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Bima atau tidak mau diperhatikan oleh Dinas Pertanian. Sehingga, habis survey bantuan dilakukan, namun tak ada kabar bantuan yang didengar hingga saat sekarang," tuturnya penuh heran.

Baca juga: Tak Dapat Bibit Jagung, Petani di Desa Sandue Datangi Kantor UPTD Pertanian Sanggar

Kata dia, saat survey bantuan bibit jagung oleh PPL. Sinyal bibit jagung yang akan diterima beberapa kelompok tani di Desa Salama adalah bibit jagung bisi 18. Namun, di tengah desa-desa tetangga di Kecamatan Donggo dan Soromandi sudah mendapatkan bantuan bibit jagung gratis ini. 

"Bantuan tersebut, ditunggu-tunggu kehadirannya oleh ribuan petani di Desa Palama, tak kunjung datang juga. Dan kabarnya, di Desa Rora (Donggo) yang tak jauh dari desa kami juga belum mendapatkan bantuan bibit jagung bisi 18 sebagaimana survey PPL dalam pendataan bantuan sebelumnya," pungkasnya. 

Ia menambahkan, di tengah kondisi yang sudah memasuki musim tanam, diharapkan pemerintah bisa memberikan kepastian tentang bantuan bibit jagung untuk Desa Palama dan juga untuk Desa Rora.

"Kepastian pemberian bibit jagung, agar masyarakat dapat memastikan membeli bibit jagung ke toko atau masih ada harapan dari penantian bantuan yang ditunggu hingga saat akan dimulai penanaman jagung oleh para petani," jelasnya.

Di tengah pertanyaan dan harapan adanya tanggapan dari pemerintah, pihak Dispertapa Kabupaten Bima yang membidangi tentang bantuan bibit jagung ini, belum bisa dimintai keterangannya, saat Metromini bertandang ke Dispertapa Kabupaten Bima, pejabat terkait hal tersebut tak di kantornya, Kamis, 6 Desember 2018 kemarin. (RED)

Related

Kabar Rakyat 4322723852339811915

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item