ASN ini Sesalkan Sikap RSUD Dompu dan Pengelola Parkiran Soal Motornya yang Hilang

umah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN DOMPU - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, Rini Anggriani mengaku, kehilangan motor merk Yamaha Mio M125 berwarna hitam kuning di tempat parkir RSUD Dompu, sekitar bulan November 2018 lalu. Dalam kasus ini, pihak manajemen RSUD Dompu dan juga penjaga parkiran ditudingnya tidak bertanggung jawab atas kerudian yang dialaminya. 

"Saya kehilangan motor mio di bulan lalu yang diparkir di tempat parkiran RSUD Dompu. Kasus kehilangan ini pun sudah dilaporkannya sesaat setelah kehilangan. Hari kehilangan saat itu tanggal 26 November 2018 sekitar pukul tiga siang," jelas Karin, Senin (31/12/2018).

Ia menyesalkan sikap tukang parkir di RSUD Dompu yang mengatakan kalau motor miliknya itu hilang di luar RSUD. Padahal, saat itu, motor miliknya di parkir di tempat parkiran biasa dan berada di dalam halaman RSUD Dompu. Ia lebih kesal lagi saat STNK motor yang yang diberikan pada tukang parkir saat dimintai bantu mencari motor tersebut, namun STNK itu pun dihilangkan oleh penanggung jawab parkiran di RSUD Dompu. 

"Yang saya tidak terima alasan mereka pihak tukang parkir, kalau motor saya hilang di luar RSUD Dompu. Padahal sudah jelas motor saya saat itu di parkir di depan mereka dan masih di dalam halaman RSUD. Dan yang bikin jengkel lagi, STNK motor saya dihilangkan oleh Bos parkiran itu," pungkas warga asal Desa Doroto'i, Kabupaten Dompu itu. 

Ia menceritakan, saat kejadian, sekitar jam 12:00 WITA, dia yang tiba di RSUD Dompu, setelah memarkirkan motornya, langsung naik ke ruang kerjanya. Sebelumnya, ia sempat keluar pergi makan bersama seorang temannya. Namun, ia tidak membawa motornya sendiri, Namun, sebelumnya itu, ia sempat mendatangi motornya dan mengambil barang di dalam jok motor.

"Saat balik makan dan kebetulan kami pergi ke kantor Dikes dan BKD usai makan siang. Sekitar jam 15:00 WITA, saat di depan pintu masuk RSUD, saya tidak melihat helm saya yang ditanggalkan di motor. Dan setelah di cek di tempat parkiran, motor saya pun tak ada di tempat yang saya parkir sebelumnya," ungkap dia. 

"Pas itulah saya tahu motor saya sudah tidak ada atau diambil orang," sambung dia. 

Diakuinya, setelah mengetahui motornya dimaling orang, ia pun melaporkan ke pihak Kepolisian. Namun, sebulan sudah ia menunggu pemangilan untuk diambil keterangannya, surat dari pihak Kepolisian pun tak kunjung datang dan diterima olehnya. 

"Sudah sebulan saya tunggu pemanggilan untuk memberikan keterangan lanjutan. Tapi, pihak kepolisian belum melakukan pemanggilan dan melayangkan surat ke saya. Saya meminta pihak penjaga parkiran yang bertanggung jawab atas kehilangan motor tersebut," pungkas dia. 

Menurutnya, dari hasil pendapatan parkiran, uang yang didapat selain untuk penjaga parkir, diduga sebagiannya menjadi penghasilan pihak RSUD Dompu. Dan dalam masalahnya ini, sambung dia, pihaknya menuntut ganti rugi kepada pengelola parkiran dan pihak manajemen RSUD Dompu. 

Kata dia, dalam bgi hasil setelah pihak RSUD mempihakketigakan urusan parkiran. Diduga pendapatan yang ada dibagi hasilnya 20% untuk RSUD dan pengelola parkiran mendapat 80%. 

"Namun, setelah dibicarakan dengan pihak pengelola parkiran dan manajemen RSUD, keduanya tidak mau ganti rugi atas kehilangan motor yang semestinya menjadi tanggungjawab mereka," tukas dia. 

"Tuntutan saya cuman satu,  Ganti motor saya dan atau kasih uang saya sesuai harga motor selesai, Karna saat ini saya susah sekali untuk beraktivitas karena tidak ada motor untuk pergi kerja dan kebutuhan lainnya," tegas dia menambahkan.

Di sisi lainnya, pihak Polres Dompu, manajemn RSUD Dompu dan pengelola parkiran di RSUD Dompu masih dikonfirmasi terkait pengakuan ASN ini. (RED)

Related

Politik dan Hukum 6673408007365009701

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

SPONSOR

join

FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO

Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item